nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mimpi Sri Mulyani Indonesia Jadi Eksportir Kendaraan Terbesar ke-12 di Dunia

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 12 Februari 2019 21:38 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 12 320 2017058 mimpi-sri-mulyani-indonesia-jadi-eksportir-kendaraan-terbesar-ke-12-di-dunia-GETRoFUng4.jpg foto: Okezone

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melakukan penyederhanaan aturan ekspor kendaraan bermotor dalam keadaan jadi atau completely built up (CBU). Relaksasi prosedur itu diharapkan dapat mendorong kinerja ekspor kendaraan Indonesia ke pasar global.

Adapun dalam aturan baru tersebut kemudahan yang diberikan yakni, ekspor kendaraan bermotor CBU dapat dimasukkan ke kawasan pabean tempat pemuatan sebelum pengajuan dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) dan tidak memerlukan Nota Pelayanan Ekspor (NPE). Juga pembetulan jumlah dan jenis barang paling lambat dilakukan tiga hari sejak tanggal keberangkatan kapal.

Baca Juga: Ada Aturan Baru, Ekspor Kendaraan Ditarget Jadi 400 Ribu Unit

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, pihaknya berharap simplifikasi ekspor meningkatkan daya saing Indonesia dengan negara-negara lainnya. Dirinya, menargetkan ekspor industri kendaraan Indonesia mampu menempati urutan ke-12 di dunia.

Berdasarkan data Organisasi Industri Otomotif Internasional (Organisation Internationale des Constructeurs d’Automobiles/OICA) pada tahun 2017, ekspor kendaraan Indonesia masih menduduki peringkat ke-17 di dunia.

"Jadi aturan baru ini akan menunjang keinginan Presiden Jokowi agar Indonesia jadi pengekspor mobil terbesar di dunia. Kita berharap masuk ke ranking 12," ujar Sri Mulyani dalam acara Launching Simplifikasi Ekspor Kendaraan Bermotor CBU di Pelabuhan IKT, Jakarta Utara, Selasa (12/2/2019).

Sri Mulyani menyebutkan, kinerja ekspor kendaraan jadi Indonesia cukup baik. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) ekspor mobil jadi sepanjang 2018 mencapai 264.553 unit atau tumbuh 14,44%.

"Itu proprosinya maka biaya ekspor kita itu 64% dibandingkanimpornya yang menurun jadi 40%," jelasnya.

Baca Juga: Simplifikasi Aturan Ekspor Kendaraan Hemat Rp314 Miliar/Tahun

Berdasarkan catatan Ditjen Bea dan Cukai, tren ekspor dan impor kendaraan bermotor Indonesia menunjukkan angka yang membaik dalam lima tahun terakhir. Pada 2014, ekspor tercatat sebesar 51,57% dan impor sebesar 48,43%.

Pada 2015 ekspor mencapai 55,40% dan impor sebesar 44,60%, lalu pada 2016 ekspor sebesar 61,40% dan impor sebesar 38,60%. Kemudian pada 2017 ekspor tercatat sebesar 53,16% dan impor sebesar 46,84%.

Sementara itu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto juga berharap, dengan aturan baru yang sudah berlangsung sejak 1 Februari 2019 tersebut, ekspor kendaraan jadi mencapai 400.000 unit di tahun ini.

"Target ekspor CBU (diharapkan) bisa naik menjadi 400.000 unit. Dengan tujuan ekspor ke China, Saudi Arabia, Cambodia, Vietnam, juga ke negara Amerika Latin seperti Peru," ujar Airlangga dalam kesempatan yang sama.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini