nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menhub: MRT Jadi Bukti Indonesia Tidak Kalah dengan Singapura

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 13 Februari 2019 11:47 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 13 320 2017249 menhub-mrt-jadi-bukti-indonesia-tidak-kalah-dengan-singapura-oBoS7YurjE.jpg Foto: Menhub: MRT Buktikan Indonesia Tidak Kalah dengan Singapura (Giri/Okezone)

JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut Indonesia tidak kalah dengan negara-negara lain seperti Malaysia atau Singapura. Khususnya dari sisi infrastruktur dan transportasi yang mana sudah mulai bergerak ke arah modern.

Sebagai salah satu contohnya adalah adanya infrasturktur Masa Rapid Transit (MRT) yang akan beroperasi Maret mendatang. MRT Jakarta sendiri menjadi proyek kereta bawah tanah pertama di Indonesia.

 Baca Juga: MRT Jakarta Tetap Bisa Beroperasi meski Belum Punya Sertifikat Tanah

Adanya proyek ini cukup membuktikan jika Indonesia akhirnya memiliki kereta api bawah tanah seperti halnya di Jepang. Meskipun dibangunnya cukup terlambat.

"MRT ini menjadi satu langkah-langkah bukti bahwa kemampuan bangsa Indoensia bila mau dan bersedia sama baiknya dengan negara-negara lain," ujarnya di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Selain proyek MRT Jakarta, Indonesia juga memiliki Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Bahkan Soekarno Hatta masuk 10 besar dalam list megahub terbaik di dunia.

 Baca Juga: Belum Miliki Sertifikat Tanah, MRT: Tugas Kami Hanya Membangun dan Mengoperasikan

Selain itu, Indonesia juga berbangga karena memiliki Pelabuhan Tanjung Priok. Pelabuhan ini bahkan diperkirakan bisa menyaingi pelabuhan Singapura yakni Singapore Cruise Center.

"Keberhasilan Bandara Soekarno - Hatta, Ngurah Rai, Pelabuhan Tanjung Priok, Kereta MRT Jakarta. Ini langkah bukti bahwa kemampuan bangsa Indonesia bila mau bisa sama dengan negara lain," katanya.

Budi juga meminta agar para pegawainya bekerja lebih keras lagi, sehingga, Indonesia bisa melebihi negara-negara maju lainnya seperti Singapura hingga Malaysia.

"Pak Presiden selalu menyampaikan bahwa apa yang terjadi di dunia sata ini adalah satu persaingan," katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini