nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Miliarder Mesir Incar Peluang Investasi Tambang hingga Hotel di Korut

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 13 Februari 2019 11:56 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 13 320 2017256 miliarder-mesir-incar-peluang-investasi-tambang-hingga-hotel-di-korut-1ZWyrGbmc8.jpeg Ilustrasi: Shutterstock

ABU DHABI – Miliarder Mesir Naguib Sawiris melihat peluang besar untuk pertambangan, telekomunikasi dan perhotelan di Korea Utara (Korut) jika konferensi tingkat tinggi (KTT) antara Korut dan Amerika Serikat (AS) berlangsung sukses bulan ini.

Pemimpin Korut Kim Jongun dan Presiden AS Donald Trump dijadwalkan bertemu di ibu kota Vietnam, Hanoi, pada 27 dan 28 Februari. KTT itu merupakan yang kedua kali setelah per temuan pertama di Singa pura pada Juni lalu.

Sawiris memiliki bisnis telekomunikasi yang mengoperasikan jaringan telepon seluler Koryolink di Korut menggunakan perusahaan patungan. Menurut dia, negara miskin itu memerlukan investasi di berbagai bidang mulai perhotelan, jalan, hingga modernisasi metode pertanian.

Baca Juga: Ingin Investasi Halal? Coba Sukuk Tabungan ST-003

“Ini satu negara penuh peluang jika mereka membuka diri,” papar Sawiris yang menjadi Executive Chairman Orascom Investment Holding di sela konferensi di Abu Dhabi, dilansir Reuters. Dia menambahkan, “Saya melihat bidang lain seperti pertambangan, pariwisata, pertanian, agroindustri. Namun pertambangan luar biasa, mereka memiliki sangat banyak sumber daya dan mereka tidak memiliki uang untuk eksplorasi.” “Saya sangat senang dengan pertemuan Trump karena saya pikir kita mungkin benar-benar mencapai perdamaian dalam pertemuan itu.

Saya pikir rakyat Korut, semua yang mereka inginkan adalah pengakuan, penghormatan, dialog, dan mereka mendapatkan itu sekarang,” ungkap Sawiris. Dia menjelaskan, penetrasi telepon seluler di Korut sekitar 15% dari populasi atau sekitar tiga juta orang.

Pertumbuhan pasar telepon seluler itu terbatas karena perangkat yang mahal karena warga Korut harus membelinya dengan mata uang asing. Orascom Investment Holdings menyatakan pada September lalu, perusahaan itu telah mendapat pengecualian dari Perserikatan Bangsa- Bangsa (PBB) untuk mengoperasikan Koryolink, perusahaan patungan dengan Perusahaan Pos dan Telekomunikasi Korut.

grafik

Hal itu setelah Dewan Keamanan PBB memperketat berbagai sanksi yang menyatakan ilegal bagi perusahaan asing membentuk perusahaan patungan komersial dengan lembaga Korut.

Juru bicara Departemen Lu ar Negeri (Deplu) AS pada pekan lalu menjelaskan, topik dalam KTT itu termasuk denuklirisasi, transformasi hubungan AS-Ko rut dan membangun mekanisme perdamaian jangka panjang di Semenanjung Korea.

Perdana Menteri (PM) Vietnam Nguyen Xuan Phuc menyatakan dipilihnya negara itu sebagai tuan rumah KTT kedua Korut-AS menunjukkan negara itu bergerak ke arah yang tepat.

“Acara penting ini menunjukkan bahwa lingkungan investasi Vietnam bagus, bahwa model pembangunan Vietnam berjalan ke arah yang tepat dan khususnya keamanan dan keselamatan di Vietnam hebat,” kata Phuc di depan para pejabat pemerintah di gedung Bursa Saham Hanoi.

(Muh Shamil)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini