nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fintech Ilegal 'Makan Korban' Rugikan yang Legal

Mulyani, Jurnalis · Rabu 13 Februari 2019 13:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 13 320 2017300 fintech-ilegal-makan-korban-rugikan-yang-legal-moBZQXZ3U5.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA – Perkembangan fintech di Indonesia bisa dibilang cukup pesat, mengikuti kemajuan teknologi. Namun sampai saat ini keamanannya masih diragukan.

Belakangan ini, banyak bermunculan fintech ilegal yang banyak merugikan masyarakat, baik mengenai bunga maupun cara penagihannya. Walaupun tidak dipungkiri, terdapat juga beberapa aduan masyarakat yang dilontarkan untuk fintech legal.

Humas Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Tumbur Pardede mengatakan, segala tindakan dan kegiatan fintech ilegal bersifat merugikan secara tidak langsung kepada industri fintech yang legal dan terdaftar dalam asosiasi.

“Cara kerja fintech ilegal sangat berlawanan dengan kode etik yang dilakukan fintech yang legal dan terdaftar,” ujar Tumbur kepada Okezone, Rabu (13/2/2019).

 Baca Juga: OJK: Pinjam Sesuai Kebutuhan dan Cek Bunganya

Menurutnya, fintech ilegal memberi stigma negatif dan dapat menurunkan tingkat kepercayaan kepada industri fintech lending yang saat ini sedang bertumbuh pesat. Kegiatan usaha fintech ilegal tersebut memang melanggar peraturan, hukum, dan etika.

Adapun aduan dari masyarakat sebagai korban fintech ilegal bukan sebagai kerugian kepada asosiasi, melainkan menjadi tanggung jawab moral untuk membantu mereka mendapatkan penanganan yang lebih cepat dan tepat melalui koordinasi dengan pihak berwajib.

“Dalam kasus fintech ilegal ini kami akan mengarahkan kepada pihak Bareskrim Direktorat Cyber Crime,” katanya.

 Baca Juga: Pinjaman Online 'Makan Korban', OJK Didesak Ambil Tindakan

Dampak negatif fintech ilegal sudah memakan korban sopir taksi Zulfadli yang ditemukan tewas secara tragis didalam kosannya kerena terlilit utang.

Bahkan sebelumnya terdapat aduan nasabah yang mengaku dipaksa jual ginjal untuk membayar utangnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini