nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sopir Taksi Bunuh Diri karena Pinjaman Online, Satgas: Itu Fintech Ilegal

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 13 Februari 2019 17:09 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 13 320 2017462 sopir-taksi-bunuh-diri-karena-pinjaman-online-satgas-itu-fintech-ilegal-7gWBrtybFl.jpg Foto: Satgas Waspada Tutup Fintech Ilegal (Yohana/Okezone)

JAKARTA - Beberapa waktu terakhir, masyarakat dihebohkan dengan adanya kasus bunuh diri oleh nasabah fintech pinjaman online atau peer to peer lending. Zulfadhli (35) yang berprofesi sebagai supir taksi mengakhiri hidupnya karena tertekan oleh utang dari aplikasi pinjaman online.

Merespons kasus ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meyakini fintech yang menyebabkan tekanan pada nasabahnya hingga berujung bunuh diri merupakan ilegal atau tak memiliki izin OJK.

"Dugaan besar bahwa tindakan itu dilakukan oleh fintech ilegal. Jadi kegiatan-kegiatan fintech ilegal itu membuat tekanan yang sangat tinggi bagi korban," kata Ketua Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi Tongam L Tobing dalam konferensi pers di Gedung OJK, Rabu (13/2/2019).

Baca Juga: 231 Fintech Ilegal Diblokir dan Dipolisikan

Dia menyatakan, fintech legal memiliki batasan dalam kegiatan beroperasi. Di mana, fintech dilarang mengambil atau meretas data kontak pada handphone milik nasabah peminjam dana.

"Hanya kontak darurat (yang diberikan nasabah) yang boleh dihubungi pihak fintech," imbuhnya.

Tak hanya itu, fintech legal juga tidak bisa mengakses dokumen maupun gambar pribadi pada handphone nasabah. Menurutnya, kasus ini menjadi pembelajaran untuk masyarakat menghindari fintech ilegal.

"Berharap hal ini tidak berulang lagi dan ini jadi pembelajaran bagi masyarakat untuk segera meninggalkan fintech-fintech ilegal. Dan kalau memang butuh masuklah ke fintech legal yang terdaftar di OJK," jelasnya.

Baca Juga: Menkominfo Kaji Subsidi untuk Layanan Fintech di Daerah Pelosok

Tongam menyatakan, OJK dengan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) tengah melakukan pendalaman pada kasus tersebut. Bila, hasil pemeriksaan ternyata penyebab bunuh diri merupakan fintech legal, OJK siap melakukan tindakan tegas.

"Saat ini sedang proses pengumpulan informasi, dan pada saatnya kalau ini (ternyata) dilakukan fintech yang legal, tentunya akan dapat tindakan dari OJK dan asosiasi pada fintech tersebut," kata dia.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini