nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Pangan Stabil, Kemiskinan Petani Pun Turun

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 14 Februari 2019 14:53 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 14 320 2017907 harga-pangan-stabil-kemiskinan-petani-pun-turun-2mXIcnQ6wZ.jpg Ilustrasi Petani (Foto: Kementan)

JAKARTA - Pengamat Pangan dan Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Bayu Krisnamurthi menyambut baik upaya pemerintah dalam menekan harga pangan. Menurutnya, selama empat tahun ini pemerintah dinilai berhasil untuk menekan harga pangan.

Hal tersebut terlihat dari angka inflasi yang terkendali selama empat tahun. Di mana pemerintah berhasil menekan angka inflasi di level 3%.

"Kita lihat keberhasilannya antara lain inflasi pangan yang terkendali dan walaupun dengan catatan tingkat inflasi itu terjadi pada tingkatan harga yang lebih tinggi," ujarnya saat ditemui di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (14/2/2019).

Baca Juga: Ombudsman Beri Peringatan Dini untuk 4 Komoditas Impor

Menurut Bayu, harga pangan yang stabil membuat angka kemiskinan tingkat petani menurun. Karena tidak lagi seperti dulu, harga petani yang kadang naik dan turun tidak stabil sehingga membuat petani tidak memilki kepastian pendapatan.

"Tingkat kemiskinan juga termasuk tingkat kemiskinan di desa menurun. Dengan demikian indikasi petani kita yang miskin berkurang," ujarnya.

Meskipun begitu, masih ada pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan oleh pemerintah seperti menyelesaikan fluktuasi harga tahunan.

"Tapi di sisi lain ada PR yang harus diselesaikan seperti fluktuasi harga tahunan masih terjadi. Stabil tapi kecenderungannya naik," katanya.

Baca Juga: Tak Andalkan Musim Panen, Begini Cara Stabilkan Harga Pangan

Selain itu, pemerintah juga perlu memperbaiki upah petani. Karena menurutnya, selama ini upah pertanian masih belum menunjukan tanda-tanda perbaikan.

Hal ini sangat penting untuk diantisipasi, sebab jika tidak banyak petani yang akan pindah ke kota karena dari sisi upahnya lumayan.

"Upah petani belum banyak bergerak membaik dibanding upah buruh perkotaan. Petani kita lebih tertarik ke kota. Dan di sisi lain situasi kita menunjukan sumber pendapatan petani mereka non pertanian lebih besar," tuturnya.

Bayu juga meminta secara khusus agar upah petani di sektor pertanian lebih digenjot lagi. Karena saat ini upah petani non pertanian lah yang masih sangat tinggi sekali.

"Kemudian waktu para petani di luar pertanian lebih besar. Ini indikasikan kita menghadapi kondisi ke depannya bertani menjadi tidak menarik. Kalau tidak ada petani produksi pangan juga berpengaruh," katanya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini