nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cegah Stunting, Kebut Investasi Pembangunan SDM

Okky Wanda lestari, Jurnalis · Jum'at 15 Februari 2019 15:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 15 320 2018416 cegah-stunting-kebut-investasi-pembangunan-sdm-gmduEfeppt.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA – Upaya pembangunan manusia Indonesia terancam oleh masih tingginya anak penderita gagal tumbuh akibat kurang gizi kronis atau stunting.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat pada 2018 sebanyak 7,8 juta atau 30% dari 23 juta balita di Indonesia adalah penderita stunting. Meskipun proporsinya telah dari 37% pada periode sebelumnya, namun angka itu terbilang masih tinggi.

Pemerintah sendiri telah merilis Gerakan Nasional Pencegahan Stunting pada Juli tahun lalu, di mana perlu ada kemitraan pemerintah dengan swasta agar gebrakan ini berjalan efektif. Sejumlah kalangan meminta upaya ini terus digaungkan agar jumlah stunting dapat terus ditekan.

“Kami mendukung dan mengerahkan segenap kemampuan bersama pemerintah untuk menekankan, mencegah stunting. Upaya bagian investasi pembangunan sumber daya manusia dalam jangka panjang, di mana kami juga telah dan terus berperan,” ujar Direktur Siloam Hospital Group Monica Lembong dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (15/2/2019).

 Baca Juga: Tekan Angka Stunting, Jokowi: 2019 Fokus Pembangunan SDM

Stunting merupakan suatu kondisi di mana salah satunya dicirikan oleh anak memiliki tubuh pendek karena kekurangan gizi kronis dalam waktu cukup lama. Penyebab seorang anak mengalami stunting di antaranya karena kurangnya pemberian ASI, pengasuhan anak yang kurang tepat, infeksi, kondisi lingkungan, dan gizi pangan buruk.

Berdasarkan Pemantauan Status Gizi 2015-2016, hanya dua provinsi di Indonesia yang memiliki prevalensi balita stunting di bawah 20%.

"Mengenai pola hidup sehat yang diharapkan akan menekan angka prevalensi stunting di Indonesia. Kami juga melakukan berbagai macam program kesehatan lainnya untuk masyarakat,” katanya.

 Baca Juga: Sri Mulyani Siapkan Anggaran Investasi SDM Lebih Rp660 Triliun

Dewan Pembina Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI) Fasli Jalal menilai proporsi stunting sebesar 30% masih terlalu tinggi bagi Indonesia.

”Menurut WHO angka 30% masih tinggi dan apalagi Indonesia dengan populasinya yang besar, sehingga posisi Indonesia sama seperti negara Afrika lainnya penderita gizi buruk,” ujarnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini