Share

Harga Minyak Dunia Terus Naik

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Sabtu 16 Februari 2019 09:47 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 16 320 2018767 harga-minyak-dunia-terus-naik-OKJztPWe9t.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

NEW YORK - Harga minyak dunia terus menguat pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Penguatan ini ditopang mulai berdamainya perdagangan AS-China serta pengetatan pasokan.

Minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret, naik USD1,18 menjadi menetap pada USD55,59 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan internasional, minyak mentah Brent untuk pengiriman April, naik USD1,68 menjadi ditutup pada USD66,25 per barel di London ICE Futures Exchange. Demikian seperti dilansir Xinhua, Jakarta, Sabtu (16/2/2019).

 Baca Juga: Harga Minyak Naik Karena OPEC Janji Kurangi Produksi

Untuk minggu ini, harga patokan AS naik 5,4%dan Brent naik sekitar 6,7%

China dan Amerika Serikat mengadakan konsultasi ekonomi dan perdagangan tingkat tinggi putaran keenam di Beijing mulai Kamis hingga Jumat.

Kedua belah pihak mencapai konsensus dasar tentang masalah-masalah utama dan melakukan diskusi khusus tentang nota kesepahaman masalah-masalah ekonomi dan perdagangan bilateral. Mereka sepakat bahwa konsultasi akan dilanjutkan di Washington minggu depan.

 Baca Juga: Produksi Menyusut, Harga Minyak Dunia Naik

Kemajuan terbaru pada pembicaraan perdagangan AS-Tiongkok membantu meredakan kekhawatiran tentang permintaan energi, para ahli mencatat.

Sementara itu, sejumlah data terbaru yang menunjukkan penurunan lebih lanjut dari produksi global, juga mendukung harga minyak.

Badan Energi Internasional (IEA) melaporkan, pasokan global turun 1,4 juta barel per hari (bph) menjadi 99,7 juta bph pada Januari.

Sebuah laporan terpisah menunjukkan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) secara signifikan membatasi produksi minyak mentahnya. OPEC mengatakan bahwa produksi minyak mentah mereka turun 797.000 barel per hari pada Januari, menjadi rata-rata 30,81 juta barel per hari.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini