Pilih Mana, Tinggal di Rumah atau Apartemen?

Sabtu 16 Februari 2019 15:33 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 16 470 2018785 pilih-mana-tinggal-di-rumah-atau-apartemen-hzsEpw92aZ.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

Alasan Kenapa Sebaiknya Memilih Rumah

Perencana keuangan Eko Endarto menjelaskan, rumah tapak merupakan aset yang lebih baik dibanding apartemen. Mengapa? Karena dari tahun ke tahun, nilainya akan terus meningkat mengikuti laju inflasi.

Sertifikatnya pun jelas, yakni Hak Milik tanpa embel-embel lain. Dengan begitu Anda bisa bisa memperjual belikannya, menggadaikannya, bahkan mewariskannya secara turun temurun.

Mungkin Anda tidak akan mendapat fasilitas mewah layaknya apartemen, tapi setidaknya privasi lebih terjaga karena tidak harus berhadapan dengan banyak orang ketika berlalu-lalang.

Biaya bulanan yang harus dikeluarkan untuk berbagai tagihan, seperti listrik dan air, akan lebih murah. Anda juga terbebas dari parking fee.

Bila suatu hari nanti butuh pinjaman, rumah tersebut bisa pula Anda jadikan sebagai aset jaminan. Tapi, hal ini umumnya baru bisa dilakukan setelah Anda mencicil Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) selama dua tahun.

Jadikan KPR Solusinya

Ingin memiliki rumah, tapi dana terbatas? Tak perlu khawatir selama masih ada layanan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Memanfaatkan layanan KPR, berarti Anda dapat membeli rumah dengan cara menyicil dan memilih jangka waktu pembayaran kreditnya sesuai kemampuan.

Ada tenor berjangka waktu pendek dan panjang. Lama tenor tersebut juga mempengaruhi jumlah cicilan yang harus dibayar. Sebagai contoh, Anda berusia 25 tahun kemudian mengambil rumah dengan jangka waktu cicilan 30 tahun, ini akan meringankan biaya cicilan per bulannya.

Meski bisa dihitung, cicilan rumah baru selesai pada usia pensiun yakni 55 tahun. Anda tinggal menikmati nilai investasinya yang terus bertumbuh setiap tahun saja.

Syarat Pengajuan KPR

Syarat yang harus dipenuhi untuk pengajuan kredit online sama dengan persyaratan pengajuan permohonan kredit pada umumnya:

- Warga Negara Indonesia (WNI), dan berdomisili di Indonesia

- Berusia minimal 21 tahun; pada saat kredit berakhir maksimal berusia 55 tahun (pegawai), dan 60 tahun (profesional/wiraswasta)

- Memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap, sebagai pegawai/profesional/wiraswasta, dengan masa kerja/usaha minimal 1 tahun (pegawai), atau 2 tahun (profesional/wiraswasta)

- Nilai penghasilan tetap per bulan, minimal Rp 3 juta (bisa berbeda untuk wilayah di luar Jabodetabek)

Untuk dokumen yang dibutuhkan, pengajuan KPR untuk rumah baru dan bekas tentu berbeda. Proses pengajuan kredit rumah baru juga biasanya dibantu pihak pengembang, sementara KPR rumah bekas harus Anda urus sendiri.

Dengan beberapa kelebihan dan kekurangan yang ada, pilihan untuk membeli suatu hunian kembali lagi pada kebutuhan masing-masing. Melihat beberapa sisi positif dari memiliki rumah, setidaknya bisa menjadi bahan pertimbangan Anda kelak.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini