Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Provitas Jagung Indonesia Lebih Tinggi Dibanding Thailand, Ini Fakta Dilapangan

Taufik Fajar , Jurnalis-Minggu, 17 Februari 2019 |13:22 WIB
Provitas Jagung Indonesia Lebih Tinggi Dibanding Thailand, Ini Fakta Dilapangan
Foto: Dok. Kementan
A
A
A

"Kami undang CPIS turun ke lapangan, lihat fakta, baru bicara. Upsus pajale diarahakan pada daerah-daerah baru karena menggunakan pendekatan pengembangan areal tanam baru (PATB). Pangsa pasar konvensional juga tidak akan terganggu karena produsen sangat diuntungkan dengan perluasan pasar," ungkapnya.

Karena itu, Andi menduga kesimpulan Assyifa Szami sangat disasarkan pada penelitian CPIS tahun 2018 yang didanai oleh pihak lain.

Diketahui, tahun 2018 yang lalu CPIS menerima dana sponsorship penelitian dari Pemerintah Australia melalui Departemen Luar negeri dan Perdagangan dengan judul Penguatan Kebijakan Ketahanan Pangan.

"Sayangnya, CPIS sama sekali tidak melibatkan kita atau meminta data kita pada penelitian tersebut, sehingga tidak mendapat fakta yang sebenarnya. Ya pastilah hasil penelitiannya bias kepentingan," pungkasnya.

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement