nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Maskapai Asing Incar Penerbangan ke Yogyakarta

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 18 Februari 2019 10:54 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 18 320 2019451 maskapai-asing-incar-penerbangan-ke-yogyakarta-BgG7DHFAnA.jpg Ilustrasi (Foto: Koran Sindo)

YOGYAKARTA – Sejumlah maskapai asing mengincar rute penerbangan ke Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) seiring dengan ditargetkannya pengoperasian Bandara Internasional Yogyakarta (New Yogyakarta International Airport/ NYIA) di Kabupaten Kulonprogo pada April mendatang.

General Manajer Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta Agus Pandu Purnama mengatakan, beberapa maskapai asing berniat membuka penerbangan langsung ke Bandara NYIA. Dari Timur Tengah terdapat tiga maskapai yang menjajaki membuka penerbangan ke Yogyakarta di antaranya Qatar Airways, Emirates Airline, dan Turkey Airlines. Bahkan, maskapai penerbangan dari Jepang dan Korea Selatan juga telah bertemu dengan direksi PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I untuk membahas rencana tersebut.

Baca Juga: Penerapan Bagasi Berbayar Dinilai sesuai Aturan, Ini Penjelasannya

”Tiga minggu lalu, Kementerian Perhubungan dari Australia telah bertemu dengan pihak AP I untuk membahas pembukaan rute dari Australia langsung ke NYIA, mereka berniat membuka rute antarkota misalnya Yogya-Sydney lalu Yogya-Brisbane, mereka berminat karena potensi wisata di Yogyakarta,” kata Pandu saat menghadiri media visit ke New Yogyakarta International Airport di Kabupaten Kulonprogo, DIY, akhir pekan lalu. Menurut dia, Provinsi DI Yogyakarta memiliki potensi wisatawan mancanegara (wisman) yang besar. Namun, karena kapasitas terminal internasional di Bandara Adisutjipto terbatas sehingga menyebabkan potensi tersebut belum bisa dikembangkan.

Untuk itu, dia berharap dengan dioperasikannya terminal internasional NYIA pada April mendatang, bisa mendorong jumlah penumpang turis dari mancanegara. Sedangkan hingga saat ini progres pembangunan fisik untuk terminal internasional mencapai 69%. ”Jumlah penumpang di Bandara Adisutjipto tahun lalu mencapai 8,4 juta penumpang atau tumbuh 13% dengan 188 flight per tahun, maka dengan adanya bandara baru ini paling tidak bisa mengurai kepadatan,” kata dia. NYIA akan mempunyai total terminal seluas 210.000 m2 berkapasitas 14 juta penumpang per tahun atau sembilan kali lipat dari kapasitas Bandara Adisutjipto Yogyakarta.

pesawat

Bandara ini memiliki terminal internasional seluas 12.000 m2, landasan pacu sepanjang 3.250 x 45 meter, empat unit garbarata, serta area parkir yang mampu menampung hingga 500 kendaraan. ”Pada April diharapkan segera dioperasikan terminal internasional yang eksisiting saat ini ada enam penerbangan per minggu dari AirAsia dan Silk Air untuk rute Yogyakarta-Kuala Lumpur dan Yogyakarta-Singapura pulang pergi,” ujarnya. Meski demikian, target pengoperasian NYIA pada April 2019 mendatang masih harus menunggu perizinan dari pemerintah.

Pada pekan kedua Maret nanti ditargetkan proses verifikasi oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (DJPU) Kementerian Perhubungan bisa dilakukan. Hal ini menjadi kepastian apakah terminal internasional di NYIA sudah layak dioperasikan atau belum. Di sisi lain, Perusahaan Umum (Perum) Damri telah menyiapkan angkutan pemadu moda transportasi dari dan menuju stasiun kereta api terkait dengan rencana pengoperasian terminal internasional di New Yogyakarta International Airport. Kepala Divisi Operasi Kantor Pusat Perum Damri, Suyanto mengatakan, saat ini sebenarnya Damri sudah mempunyai tiga lintasan di wilayah Yogyakarta.

Tiga lintasan tersebut, yaitu dari Bandara Adisutjipto ke Magelang, Bandara Adisutjipto ke Kebumen, dan Bandara Adisutjipto ke Kulonprogo. Unit tersebut tentu tidak akan dihilangkan ketika NYIA beroperasi. ”Mungkin nanti kalau memang diinginkan masyarakat, kami mau memperpanjang lintasan dari NYIA ke Wonosobo terusNYIAkeCilacapdanNYIAke Purwokerto,” tuturnya. Sementara ini ketika NYIA beroperasi, pihaknya menyiapkan shuttle di Stasiun Kereta Api Wojo yang berjarak sekitar lima kilometer (km). Kemudian untuk jalur lain menggunakan kendaraan dari yang saat ini telah ada.

Perum Damri juga sudah mempersiapkan jalur Wonosari dengan panjang lintasan sekitar 72 km. Selain itu, juga akan menyiapkan ke Purwokerto, Magelang, Purworejo dan Wonosobo. Apabila permintaan nanti banyak, maka Damri akan segera merealisasikannya. Secara terpisah, Menteri Pariwisata Arief Yahya menambahkan, dengan dioperasikannya NYIA kunjungan wisman ke Yogyakarta dan Joglo-semar (Jogjakarta, Solo, dan Semarang) pada umumnya diproyeksikan meningkat pesat dari 250.000 menjadi 2 juta wisman.

Untuk menyambut dioperasikan NYIA, Kementerian Pariwisata bersama stakeholder pariwisata akan menyelenggarakan famtrip dengan mengundang tour operator, travel perjalanan wisata, dan media dari mancanegara sumber wisman untuk berkunjung ke Joglo-semar.

(Heru Febrianto)

1 / 2
GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini