nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bisnis Gepuk Daging, Berapa Untung yang Didapat?

Ade Rachma Unzilla , Jurnalis · Minggu 24 Februari 2019 05:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 18 320 2019460 bisnis-gepuk-daging-berapa-untung-yang-didapat-WFfjGZxPam.jpg Harga Daging (Foto: Okezone)

JAKARTA - Sekarang semua orang dituntut serba cepat. Karena kesibukan, pekerjaan, atau alasan yang lain, orang cenderung menggunakan cara instan.

Apalagi dalam hal makanan, jika malas masak, maka orang akan melakukan cara instan. Bagaimana? Dengan cara memesan makanan online. Tinggal ketik nomor telepon rumah makan tertentu, tunggu beberapa saat, dan makanan yang dipesan sudah datang.

Fenomena ini dapat digunakan sebagai peluang bisnis. Gepuk daging adalah salah satu contohnya. Dengan proses yang lama, gepuk daging bisa kamu tawarkan kepada mereka yang menginginkan lauk siap saji. Tentunya dengan kemasan yang menarik dan unik, agar gepuk daging ini menjadi menu favorit mereka.

Baca Juga: Kiat Berbisnis Susu Kedelai, Tidak Perlu Modal Besar!

Berikut beberapa kiat bisnis yang dapat dilakukan dalam berbisnis gepuk daging dilansir dari buku Bisnis Modal 500 Ribuan karya Evita P Purnamasari:

1. Pilihlah daging yang segar. Daging yang digunakan untuk gepuk daging ini bagian sengkel. Berikut cara memilih daging segar :

a. Perhatikan warnanya, daging yang segar berwarna merah, segar, tidak kotor, dan tidak pucat.

b. Daging sapi yang segar terasa kenyal, bila ditekan sedikit akan kembali ke posisi semula.

c. Daging yang segar berbau khas seperti sapi tapi daging yang busuk akan berbau busuk.

d. Daging tidak berair, ketika kamu membe daging terkadang terlihat air seperti darah, itu bukan darah melainkan sari daging itu sendiri.

e. Pedagang yang profesional selalu mencantumkan sertifikat halal, pastikan pedagang tersebut memiliki sertifikat halal.

2. Persiapkan alat memasak beserta bahan-bahannya dengan lengkap.

3. Asahlah terus kemampuan dan keterampilanmu dalam memasak, khususnya memasak daging.

4. Perbanyak jaringan pertemananmu untuk mengembangkan bisnis ini. Siapa tahu di antara mereka bisa membantu bisnismu, mungkin dalam permodalan atau menjadi agen kamu.

daging

Rintangan

Setiap usaha pasti ada rintangan-rintangan yang dihadapi dan menjadi tantangan buat kamu. Pastikan kamu siap menghadapi rintangan demi rintangan karena akan membuatmu semakin tangguh dan kuat dalam menghadapi rintangan apa pun. Rintangan-rintangan yang kadang ditemukan antara lain sebagai berikut.

1. Harga daging terkadang tidak stabil, kadang harganya melonjak namun secara tiba-tiba menurun drastis. Kamu harus jeli dengan kondisi seperti ini karena akan berpengaruh terhadap harga jual.

2. Karena pengolahan kurang tepat bisa menyebabkan masakan ini tidak tahan lama. Untuk itu, perhatikan benar-benar cara pengolahannya agar gepuk daging yang kamu tawarkan benar- benar tahan lama, enak, dan berkualitas.

Strategi bisnis

Strategi bisnis yang dapat kamu terapkan antara lain:

1. Gepuk daging ini sebaiknya dijual dalam keadaan belum digoreng sehingga pembeli dapat menggoreng sendiri sesaat sebelum makan.

2. Ciptakan kreasi rasa yang berbeda untuk setiap periode, misalnya gepuk daging manis pedas.

3. Promosikan bisnismu melalui media promosi apa pun sehingga bisnismu semakin dikenal publik.

4. Cobalah menawarkan bisnis ini kepada orang- orang yang kamu kenal, bisa kepada teman, saudara atau rekanmu. Kalau produknya enak, mereka akan merekomendasikan kepada teman-temannya.

Modal

- Alat masak (wajan teflon, spatula kayu, dsb) Rp100.000

- Pisau Rp75.000

- Talenan Rp10.000

- Kompor dan gas Rp500.000

- Baskom/ember Rp20.000

Jumlah Rp705.000

Peralatan mengalami penyusutan selama empat tahun dan memiliki nilai residu sebesar Rp2.000 dengan menggunakan metode penyusutan garis lurus. Biaya penyusutan per tahun = (Rp705.000 - Rp2.000)/4 = Rp175.750 per tahun atau sama dengan (Rp175.750 : 12) = Rp14.700 per bulan

Perkiraan laba/rugi per bulan

Asumsi pendapatan per hari 40 kemasan @Rp12.500

Rp12.500 x 40 x 24 hari = Rp12.000.000

Biaya-biaya

- Penyusutan peralatan Rp500

- Daging sengkel Rp300.000

- Air Rp5.400

- Daun salam Rp200

- Serai Rp1.500

- Daun jeruk Rp500

- Garam Rp200

- Merica bubuk Rp300

- Gula merah Rp5.500

- Kelapa parut Rp21.000

- Asam jawa Rp500

- Ketumbar Rp2.000

- Minyak goreng Rp11.000

- Bawang merah Rp10.000

- Bawang putih Rp4.000

- Kemiri Rp2.000

- Jintan Rp500

- Lengkuas Rp500

- Kemasan Rp5.000

Jumlah biaya tidak tetap Rp348.600

Biaya tetap

- Gaji karyawan/hari Rp15.000

- Sewa tempat/hari Rp40.000

- Perawatan alat Rp1.000

- Listrik Rp2.000

- Air Rp1.000

- Bahan bakar Rp7.000

Jumlah biaya tetap Rp66.000

Total biaya pengeluaran per bulan

Rp348.660 + Rp66.000 x 24 = Rp9.950.400

Laba bersih

Rp12.000.000 - Rp9.950.400 = Rp2.049.600

Perkiraan modal kembali

Rp2.049.600/Rp705.000 = ± 3 bulan

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini