Sri Mulyani Tekankan Pentingnya Anggaran Kembangkan Unicorn

Senin 18 Februari 2019 18:03 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 18 320 2019699 sri-mulyani-tekankan-pentingnya-anggaran-kembangkan-unicorn-3hM6MfNTAk.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Humas Kemenpan RB)

JAKARTA - Istilah unicorn saat ini tengah ramai dibicarakan usai calon presiden (capres) nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) melontarkan pertanyaan ke capres nomor urut 02 Prabowo Subianto, dalam acara debat ke-2 tadi malam.

Unicorn adalah startup yang memiliki valuasi senilai USD1 miliar setara Rp14 triliun (dengan asumsi Rp14.000 per dolar AS) atau lebih. Sampai saat ini, Indonesia memiliki empat perusahaan dengan status unicorn.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, perlu ditingkatkannya kualitas sumber daya manusia (SDM), untuk meningkatkan jumlah unicorn. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Jokowi , untuk terus menambahkan jumlah unicorn di Indonesia.

"Jadi kalau kebijakan dari presiden yaitu dalam mendukung unicorn. Itu terdiri dari yang sifatnya hulu, yaitu menyiapkan dari sisi kualitas SDM," ujar Sri Mulyani di kantor Kemenkeu, Senin (18/2/2019).

Baca Juga: Tak Lagi Mitos, Startup Menjelma Jadi Unicorn di Dunia Ada 325

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu kemudian menekankan pentingnya investasi di sektor SDM. Pasalnya, melihat latar belakang pendidikan pendiri-pendiri unicorn, maka kualitas SDM menjadi sangat penting.

"Investasi di bidang SDM akan menjadi prioritas. Prioritas tidak hanya jumlah 20%. Tapi bagaimana cara mengalokasikannya," ujarnya.

Adapun bentuk investasi, nantinya akan dilakukan melalui peningkatan anggaran dana research and development (R&D) nasional. Peningkatan anggaran ini nantinya akan digunakan untuk mendorong kualitas perguruan tinggi dan beasiswa.

Baca Juga: Strategi Sri Mulyani Ciptakan Lebih Banyak Unicorn di Indonesia

Sri Mulyani menjelaskan, saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) untuk menentukan jumlah anggaran yang diperlukan untuk pengembangan R&D.

"Kita melakukan bersama-sama Kemenristekdikti, bagaimana mengidentifikasi jumlah anggaran Research and Development," ujar Sri Mulyani.

Berdasarkan data yang dihimpun Brorivai Center dana realisasi gross expenditure on R&D (belanja penelitian dan pengembangan terhadap PDB) Indonesia pada 2017 sebesar USD9,88 miliar atau 0,3% dari produk domestik bruto (PDB) sebesar USD3.243 miliar.

Sementara pada 2018 dana gross expenditure terhadap R&D Indonesia sebesar USD10,58 miliar atau setara 0,31% dari PDB sebesar USD3,414 miliar.

(Rully Ramli-Inews)

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini