nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Di Depan Pengusaha, Sri Mulyani: Hoax, 2018 Tidak Terjadi Krisis!

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 19 Februari 2019 15:20 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 19 20 2020099 di-depan-pengusaha-sri-mulyani-hoax-2018-tidak-terjadi-krisis-umpnA0y5Y7.jpg Foto: Sri Mulyani dengan Pengusaha (Yohana/Okezone)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melakukan pertemuan dengan para pengusaha Indonesia, yakni Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). Pertemuan yang dihadiri ratusan pengusaha itu berlangsung di Gedung Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak).

Dalam kesempatan itu, hadir pula pejabat Eselon I Kementerian Keuangan (Kemenkeu) seperti Kepala Badan Kebijakan Fiskal Suahasil, Dirjen Pajak Robert Pakpahan, dan Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi.

Sri Mulyani menyatakan, pertemuan ini memang direncanakan untuk mengapresiasi kinerja para pengusaha dalam mendorong perekonomian dalam negeri di 2018. Terlebih sepanjang tahun lalu, tantangan ekonomi domestik besar imbas dari kondisi gejolak ekonomi global.

"Tujuannya saya ingin sampaikan terima kasih kepada seluruh dunia usaha, karena 2018 kita sudah tutup. Dan tahun itu bukan tahun yang mudah, banyak pengusaha yang bertanya benar tidak tahun 2018 krisis, tepat 10 tahun (dari krisis 2008), itu hoax," katanya dalam acara pertemuan di Gedung Ditjen Pajak, Jakarta, Selasa (19/2/2019).

 Baca Juga: Sri Mulyani Sedih Fasilitas Kepabeanan Cuma Dinikmati Perusahaan di Jawa

Bendahara Negara itu mengaku, mengelola keuangan negara sepanjang tahun lalu bukan hal yang mudah. Gejolak ekonomi dunia terus menerus terjadi, harga minyak dunia melonjak mendekati USD80 per barel.

Kurs Rupiah bahkan sempat melemah ke level Rp15.000 per USD, aliran modal asing pergi keluar dari negara emerging market, termasuk Indonesia, ke Amerika Serikat (AS). Hal itu imbas dari kenaikan suku bunga The Fed yang naik 4 kali disepanjang tahun.

Tak sampai di situ, perang dagang pun terjadi antara AS dan China yang berdampak pada perdagangab global. Perang kedua negara ekonomi terbesar ini bahkan bergerak hingga ke ranah teknologi yakni jaringan 5G.

"Ini juga yang dirasakan tidak mudah bagi Bapak/Ibu (pengusaha) dalam level mengelola perusahaan," katanya.

"Kondisi itu semua bergerak cepat, mempengaruhi seluruhnya, termasuk keputusan real soal investasi, ekspansi, membeli rumah atau tidak. Banyak keputusan di level individu, korporat, maupun negara yang terpengaruh," lanjut dia.

 Baca Juga: Sri Mulyani Tekankan Pentingnya Anggaran Kembangkan Unicorn

Meski demikian, Sri Mulyani menilai pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 berjalan baik. Ditandai dengan pencapaian penerimaan negara yang melebihi target atau 102,5%. Realisasi belanja pemerintah pun mampu mencapai 99% untuk pendidikan, kesehatan, belanja modal, hingga dana transfer ke daerah.

"Itu merupakan hasil kombinasi dari harga minyak, kurs, kondisi suku bunga, serta ketaatan Bapak/ Ibu sekalian membayar pajak," katanya.

Dia menekankan, meski 2018 dapat dilewati dengan baik ditengah gejolak ekonomi global, namun ekonomi kedepan tetap diwaspadai.

"Ke depan kita harus naikkan kewaspadaan. Jadi terima kasih atas seluruh sumbangan, kepatuhan, kontribusi Bapak/Ibu sekalian, yang membuat ekonomi kita memiliki daya tahan. Saya ingin dengar aspirasi dari Bapak/Ibu semua," katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini