Sri Mulyani Sedih Fasilitas Kepabeanan Cuma Dinikmati Perusahaan di Jawa

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 18 Februari 2019 18:42 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 18 20 2019724 sri-mulyani-sedih-fasilitas-kepabeanan-cuma-dinikmati-perusahaan-di-jawa-4xPl1borvd.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku prihatin ketika mayoritas insentif fiskal berupa fasilitas Kawasan Berikat (KB) dan Kemudahan Impor untuk Tujuan Ekspor (KITE) masih digunakan oleh para perusahaan di wilayah Pulau Jawa.

Hal itu merupakan riset yang dilakukan oleh Direktorat Bea dan Cukai Kementerian Keuangan bersama Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dan University Network for Indonesia Export Development (UNIED) pada kondisi yang terjadi di tahun 2017. Di mana, hasil survei menunjukkan 96,89% tersebut dinikmati para perusahaan di Pulau Jawa.

“Saya sedihnya karena konsentrasi lokasi (pengguna KB-KITE) masih di Pulau Jawa. Terutama Jawa Barat,” kata dia di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (18/2/2019).

Baca Juga: Investor Pilih Kabur ke Vietnam Kalau di RI Tak Ada Fasilitas Kepabeanan

Adapun fasilitas KB dan KITE diberikan kepada perusahaan dalam rangka meningkatkan kegiatan ekspor. Manfaat yang ditawarkan pemerintah dalam penggunaan fasilitas ini adalah pembebasan pajak atas barang baku impor untuk tujuan ekspor.

Mengutip hasil survei tersebut, sebanyak 90,35% atau 1.451 perusahaan dari total 1.606 perusahaan pengguna fasilitas KB-KITE berada di Pulau Jawa. Dari 1.451 perusahaan, sebanyak 705 perusahaan terletak di Provinsi Jawa Barat.

Sisanya, sebanyak 50 perusahaan yang menikmati fasilitas kepabeanan ini berada di Provinsi Sumatera Utara, 50 perusahaan di Riau, 12 Perusahaan di Lampung, serta 18 perusahaan di Bali.

Baca Juga: Bea Cukai Terapkan Manifest Generasi III, Apa Itu?

Oleh sebab itu, penelitian menunjukkan Pulau Jawa masih jadi kontributor terbesar dalam ekspor nasional. Tercatat, sebanyak 70,99% dari total ekspor nasional berasal dari Pulau Jawa, di mana 32,89% bersumber dari Provinsi Jawa Barat.

Sri Mulyani menyatakan, seharusnya fasilitas ini menyebar lebih luas ke wilayah di luas Pulau Jawa. Seperti, Sumatera yang merupakan daerah terdekat dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

“Indonesia itu kompetitifnya hanya di sekitar Jawa Barat saja. Sumatera itu dekat dengan Malaysia dan Singapura, harusnya bisa lebih tinggi. Kita harus pikirkan strategi regionalnya, ini pekerjaan rumah yang sangat penting," katanya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini