nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bersaing dengan EBT, Menteri ESDM Minta Industri Gas Kompetitif

Selasa 19 Februari 2019 17:45 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 19 320 2020190 bersaing-dengan-ebt-menteri-esdm-minta-industri-gas-kompetitif-w3HrFbMjnV.jpg Foto: Menteri ESDM Ignasius Jonan (Okezone)

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meminta para pemangku kepentingan industri gas untuk bersinergi mendorong industri gas nasional menjadi lebih kompetitif.

Jonan menyebutkan. saat ini, bisnis gas sedang dalam situasi harus membuat keputusan.

"Ini waktunya untuk membuat pilihan dan keputusan, karena di pasar global mulai masuk energi baru dan terbarukan (EBT)," katanya seperti dikutip Antaranews, di Jakarta, Selasa (19/2/2019).

 Baca Juga: Akhirnya, Jaringan Pipa Transmisi Duri-Dumai Beroperasi

Jonan menekankan perlunya kontribusi signifikan dari industri gas dalam mengimbangi cepatnya laju pengembangan EBT di dunia.

Menurut dia, saat ini, dia melihat di banyak negara maju, porsi pemanfaatan dan pengembangan EBT berjalan dengan sangat cepat.

"Jika dilihat di banyak negara, khususnya negara maju, pengembangan EBT didorong sangat cepat. Tiga bulan lalu saat berkunjung ke Italia, saya melihat pembangkit yang 100% menggunakan CPO (crude palm oil atau minyak sawit mentah), tanpa proses lain," kata Jonan.

Hal itu, menurut dia, merupakan sebuah tantangan besar bagi industri gas. Nantinya, CPO atau sumber EBT lainnya dapat menggantikan energi fosil sebagai bahan bakar.

"Bukan tidak mungkin nantinya CPO atau EBT lainnya bisa dikonversi ke bahan bakar diesel atau gasoil, ini akan jadi tantangan besar industri gas," ucap Jonan.

 Baca Juga: Ada Holding Migas, Penentuan Harga Gas Akan Semakin Mudah

Sehingga, lanjutnya, tantangan terberat bagi industri gas saat ini adalah untuk mendorong iklim bisnis gas menjadi lebih kompetitif.

"Saran saya, bagi pelaku bisnis gas di Indonesia adalah agar jadi lebih kompetitif. Era biaya operasional yang tinggi saya pikir harus segera dihentikan," ujar Jonan.

Produsen gas alam harus mulai memikirkan secara serius bagaimana cara bertahan di situasi saat ini dan ke depannya.

Menurut dia, salah satu cara yang dapat dipertimbangkan adalah dengan masuk ke industri petrokimia.

"Industri petrokimia yang berasal dari bahan bakar fosil memang tidak mudah untuk digantikan. Tapi, jika kita dapat berkompetisi dan tetap mendorong penggunaan gas untuk bahan bakar, listrik, dan transportasi, mungkin situasinya bisa dilewati dengan baik," katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini