nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Incar Perdagangan Rp420 Triliun, RI-Korsel Akan Turunkan Tarif Impor

Selasa 19 Februari 2019 18:42 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 19 320 2020211 incar-perdagangan-rp420-triliun-ri-korsel-akan-turunkan-tarif-impor-ByTcW2zVgC.jpg Foto: Mendag (Okezone)

JAKARTA - Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan sepakat untuk memperbaharui skema kerja sama Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA). Hal tersebut dilakukan untuk menggenjot perdagangan kedua negara.

Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita mengatakan, nilai perdagangan RI-Korea diharapkan bisa menembus USD30 miliar dalam tiga tahun ke depan atau setara Rp420 triliun. Untuk itu, kedua negara ingin perjanjian perdagangan dan investasi diubah menjadi lebih fleksibel.

"Kedua belah pihak nanti akan menyepakati penurunan tarif dan berbagai fasilitas yang diberikan kedua belah pihak," ujar Mendag di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (19/2/2019).

 Baca Juga: Indonesia-Korsel Tingkatkan Kerjasama Ekonomi dan Perdagangan

Dia menambahkan, Indonesia dan Korsel juga sepakat untuk mengebut pembahasan perjanjian tersebut. Bahkan, keduanya menargetkan pembahasan krusial bisa tuntas sebelum akhir tahun 2019.

"Ya mungkin aja, ya substantially harus concluded sebelum November. Kalau bisa kenapa tidak?," kata dia.

Sebelumnya, Indonesia-Korea CEPA sempat diberlakukan sebelum disetop pada 2014. Mendag optimistis kedua belah pihak menemui titik kesepakatan melihat gaya kepemimpinan Moon Jae In yang memerintah Korsel sejak 2017.

"Yang beda presidennya, presiden sekarang ini memberi instruksi perintahnya jelas. Segera selesaikan," ucapnya.

 Baca Juga: Perjanjian Kerjasama RI-Pakistan Didasarkan Perpres

Pria kelahiran Cirebon, Jawa Barat itu mengatakan, pengaktifan kembali kerja sama karena kedua belah pihak melihat adanya potensi yang besar. Dia mencontohkan, perusahaan Korsel seperti Lotte dan Hyundai dikabarkan ingin gencar berinvestasi di Indonesia.

"Sama negara-negara lain saja kita buka, kenapa Korea tidak?" ujar dia. (iNews.id)

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini