nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pendapatan Operasional GMF Capai USD470 Juta pada 2018

Rabu 20 Februari 2019 12:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 20 278 2020468 pendapatan-operasional-gmf-capai-usd470-juta-pada-2018-UANRngGLa1.jpg Foto: GMF (Okezone)

JAKARTA – Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) membukukan pendapatan operasional senilai USD470 juta. Pendapatan perusahaan ini tumbuh sebesar 7% ketimbang pendapatan 2017 sebesar USD439 juta.

Perseroan mengungkapkan, pendapatan yang diperoleh dari grup Garuda Indonesia sebesar 55% sedangkan dari nongrup sebesar 45%. Peningkatan pendapatan dari nongrup ini signifikan dibandingkan tahun 2017 sebesar 36%. Direktur Utama GMF Kat Iwan Joeniarto, peningkatan pendapatan nongrup ini menunjukkan konsistensi GMF mendapat kepercayaan dari maskapai di luar grup.

"Kami terus meningkatkan capaian pendapatan dari nongrup untuk membuktikan kualitas dan daya saing GMF patut diperhitungkan di industri MRO baik dalam maupun luar negeri,” ujarnya, dikutip dari Harian Neraca, Jakarta, Rabu (20/2/2019).

Baca Juga: GMF bidik pasar perawatan Bombardier USD2 miliar

Selain itu, pada tahun 2018, capaian kinerja GMF juga menunjukkan pergeseran bisnis sesuai dengan rencana kerja perusahaan. Hal ini terlihat dari pertumbuhan pendapatan dari segmen bisnis perawatan mesin pesawat yang tumbuh signifikan sebesar 61,5% year on year (yoy). "GMF mencatatkan pendapatan sebesar USD116,5 juta dari perawatan mesin pesawat. Selain itu, pertumbuhan juga dialami segmen bisnis komponen pesawat yang naik sebesar 5,6% yoy," tuturnya.

Alhasil, di tahun buku 2018 GMF mengantongi laba bersih sebesar US$ 30,7 juta. Angka ini Laba bersih ini merosot 40,06% jika dibandingkan dengan tahun 2017 yang mencapai USD50,95 juta. Laba yang turun ini disebabkan oleh kenaikan beban material yang mencapai 28,04% menjadi USD107,66 juta dan beban subkontrak yang naik 19,26% menjadi USD113,83 juta.

Baca Juga: FAA perpanjang certificate of approval GMF AeroAsia

Menurut Iwan, beban material subkontrak meningkat karena naiknya harga material subkontrak vendor selama 2018 serta adanya beban keuangan akibat dari kondisi makro ekonomi yang membebani pelanggan GMF sehingga berpengaruh kepada keuangan operasional maskapai termasuk biaya perawatan.

“Kami akan meningkatkan kapabilitas dan kapasitas dari segmen produk yang kita miliki agar bisa menaikkan profit margin dan membentuk skema pembayaran yang memberikan kenyamanan kepada perusahaan juga terhadap pelanggan GMF," jelasnya.

Di sisi lain, kata Iwan GMF juga mencatatkan capaian operasional service level agreement sebesar 99,36%. Angka ini diikuti oleh tingkat kepuasan pelanggan yaitu 4,0 dari skala 4,5.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini