nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Laba Bersih CIMB Niaga Naik 16,9% Jadi Rp3,5 Triliun pada 2018

Feby Novalius, Jurnalis · Rabu 20 Februari 2019 17:35 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 20 278 2020642 laba-bersih-cimb-niaga-naik-16-9-jadi-rp3-5-triliun-pada-2018-GAx0sWa4Dq.jpg Foto: Bank CIMB Niaga

JAKARTA - PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) melaporkan perolehan laba bersih konsolidasi (diaudit) sebesar Rp3,5 triliun pada periode yang berakhir 31 Desember 2018 atau naik sebesar 16,9% dibandingkan 2017.

Pertumbuhan laba bersih tersebut didukung oleh pendapatan non bunga atau Non-Interest Income yang naik sebesar 13,8% menjadi Rp3,8 triliun, serta penurunan pada biaya kredit sebesar 63 bps, dari 2,26% menjadi 1,63%. Rasio Loan Loss Coverage (“LLC”) CIMB Niaga berada di level yang aman sebesar 105,86%.

Presiden Direktur CIMB Niaga Tigor M Siahaan mengatakan, kinerja CIMB Niaga pada 2018 mengalami kemajuan di tengah proses rekalibrasi bisnis dan kondisi pasar yang menantang. Peningkatan pada pendapatan operasional utamanya didorong oleh pendapatan non bunga yang tumbuh sebesar 13,8%. Sejalan dengan aspirasi untuk tetap fokus pada kualitas aset, biaya pencadangan turun sebesar 25,7% Y-o-Y, menghasilkan penurunan pada biaya kredit dari 2,26% pada tahun 2017 menjadi 1,63% sepanjang tahun 2018.

“Pencapaian ini berkontribusi pada perolehan laba bersih secara tahunan yang tumbuh 16,9% menjadi Rp3,5 triliun. Kami akan terus menjaga target pertumbuhan sekaligus memperhatikan kualitas aset sebagai prioritas utama,” ujarnya, dalam keterangan tertulis, Jakarta, Rabu (20/2/2019).

Baca Juga: CIMB Niaga Targetkan Transaksi XTRA XPO Tembus Rp700 Miliar

Dengan total aset mencapai Rp266,8 triliun per 31 Desember 2018, CIMB Niaga mempertahankan posisinya sebagai bank swasta terbesar kedua di Indonesia dari sisi aset. Jumlah kredit yang disalurkan tumbuh 1,8% (YoY) menjadi Rp188,5 triliun, yang utamanya dikontribusikan oleh pertumbuhan pada Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebesar 11,2% menjadi Rp30,0 triliun, kredit Usaha Kecil, dan Menengah (UKM) sebesar 8,5% menjadi Rp29,6 triliun dan kartu kredit sebesar 5,5% menjadi Rp8,6 triliun.

Total penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp190,8 triliun, dengan rasio CASA sebesar 52,61% dan tabungan yang tumbuh sebesar 8,5% (YoY). Hal ini sejalan dengan komitmen Bank untuk mengembangkan layanan digital dan meningkatkan customer experience. Untuk diketahui, CIMB Niaga telah meluncurkan teknologi pembayaran QR pada Oktober 2018 untuk memudahkan transaksi nasabah.

CIMB Niaga terus mengembangkan produk-produk berbasis digital untuk melengkapi layanan yang diberikan melalui kantor cabang. Per 31 Desember 2018, 94,0% dari total transaksi nasabah telah dilakukan melalui layanan digital banking seperti CIMB Clicks, Go Mobile, ATM, dan Rekening Ponsel.

Baca Juga: Presdir CIMB Niaga: Nasabah Antusias Tukarkan Poin Beli Rumah

Di segmen perbankan Syariah, total pembiayaan Unit Usaha Syariah CIMB Niaga (“CIMB Niaga Syariah”) mencapai Rp26,5 triliun (+58,8% Y-o-Y) dengan DPK sebesar Rp23,7 triliun (+19,1% Y-o-Y) per 31 Desember 2018. Saat ini CIMB Niaga Syariah merupakan bank Syariah terbesar kelima di Indonesia dari sisi aset.

“Kami telah bermitra dengan Mastercard Indonesia dalam peluncuran ‘CIMB Niaga Syariah Platinum Card’ sebagai bagian dari layanan universal banking kepada seluruh nasabah. Dengan memanfaatkan platform Mastercard Platinum, kartu pembiayaan iB Syariah ini menawarkan kenyamanan dan kemudahan bagi para pengguna dalam bertransaksi non-tunai untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup modern sesuai prinsip Syariah,” kata Tigor.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini