JAKARTA - Kurs dolar AS terus melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), karena investor tetap optimis pada kemungkinan membaiknya lingkungan perdagangan global.
Dolar Australia, yang secara luas dipandang sebagai barometer sentimen risiko global, memperpanjang kenaikannya terhadap greenback untuk hari kedua berturut-turut.
Pasar terus mencerna berita bahwa China dan Amerika Serikat memiliki putaran baru konsultasi ekonomi dan perdagangan di Washington minggu ini.
Baca Juga: Indeks Dolar Tertekan Keyakinan Investor terhadap Perang Dagang
The Fed memutuskan untuk mempertahankan kisaran target untuk suku bunga acuan federal fund di 2,25% hingga 2,50%, menurut risalah pertemuan kebijakan pada 29-30 Januari, dilansir dari Antaranews, Kamis (21/2/2019).
Bank sentral berjanji akan bersabar ketika menentukan penyesuaian di masa depan terhadap kisaran target suku bunga, mengingat "perkembangan ekonomi dan keuangan global serta tekanan inflasi yang lemah." "Peserta menunjuk berbagai pertimbangan yang mendukung pendekatan 'sabar' terhadap kebijakan moneter pada saat ini sebagai langkah yang tepat dalam mengelola berbagai risiko dan ketidakpastian dalam prospek," kata risalah.