Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

PUPR Serah Terima Aset Barang Milik Negara, Totalnya Rp1,1 Triliun

Retno Tri Wardani , Jurnalis-Kamis, 21 Februari 2019 |10:27 WIB
PUPR Serah Terima Aset Barang Milik Negara, Totalnya Rp1,1 Triliun
Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan kembali melakukan serah terima aset Barang Milik Negara (BMN) senilai lebih dari Rp1,1 Triliun. Aset BMN berupa Rumah Susun (Rusun), Rumah Khusus (Rusus) dan Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU) tersebut diserahkan Kementerian PUPR kepada penerima bantuan seperti pemerintah daerah (Pemda), kementerian/ lembaga, universitas dan pondok pesantren.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid menjelaskan, program perumahan merupakan salah satu program pemerintah yang dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Oleh karena itu, Kementerian PUPR berharap asset yang diserahterimakan ini dapat segera dikelola dan dimanfaatkan oleh para penerima bantuan.

“Jumlah aset perumahan Kementerian PUPR yang diserahkan kali ini berjumlah Rp1,1 Triliun. Ini jumlah aset yang sangat luar biasa, jadi aset ini harus bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar Khalawi dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (21/2/2019).

Baca Juga: Kawasan Pemukiman Nelayan di Pontianak hingga Jayapura Dibenahi

Dalam Acara Serah Terima Aset Barang Milik Negara ini, dilaksanakan penandatanganan Perjanjian Naskah Hibah dan/atau Berita Acara Serah Terima Barang Milik Negara antara Kepala Daerah, perwakilan Kementerian/Lembaga, Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren, Pimpinan Universitas dengan Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid.

Khalawi menambahkan, sejumlah bantuan Rusunawa untuk para santri dan mahasiswa ke depan akan tetap dilaksanakan oleh Kementerian PUPR. Hal itu untuk melatih generasi muda Indonesia di masa depan terbiasa tinggal di hunian vertikal.

“Presiden menekankan di sinilah wujud nyata negara hadir untuk membentuk karakter bangsa dimulai dari santri dan mahasiswa dengan tinggal di hunian vertikal yang layak,” katanya.

rupiah

Menurutnya pembangunan Rusunawa juga dapat berdampak pada peningkatan kualitas Pendidikan di Indonesia. Jika sebelumnya para santri harus berdesak-desakan tinggal di asrama dan mahasiswa tinggal di kos-kosan yang seadanya, maka kini mereka bisa tinggal lebih layak dan lebih bersemangat dalam menuntut ilmu di Rusunawa yang dibangun oleh pemerintah.

“Pemerintah membangun Rusunawa sekarang lengkap dengan meubelair. Jadi mereka yang tinggal di Rusunawa tinggal menempati saja. Adik-adik generasi bangsa Indonesia masa depan juga bisa tinggal di Rusunawa dan dapat mengikuti pendidikan dengan nyaman dan lebih baik. Tentu hasilnya akan lebih baik,” harapnya.

Lebih lanjut, Khalawi menambahkan, pemerintah bersama Pemda juga terus mendorong pembangunan Rusus untuk nelayan yang ada di pulau, petugas kesehatan, suster perawat serta dokter yang ada di daerah perbatasan dan pulau-pulau terluar. “Jika mereka tinggal di rumah yang layak huni, tentu mereka bisa melayani masyarakat dengan baik,” tandasnya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement