Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Apple Kian Tenggelam, Perusahaan China Jadi Paling Inovatif

Koran SINDO , Jurnalis-Senin, 25 Februari 2019 |11:05 WIB
   Apple Kian Tenggelam, Perusahaan China Jadi Paling Inovatif
Foto: Apple Kian Tenggelam (Reuters)
A
A
A

Pesimisme baru kali ini ditunjukkan Apple sejak merilis iPhone pada 2007. Saham Apple tergelincir sebesar 7,7% dalam hitungan jam hingga membuat nilai perusahaan jatuh di bawah USD700 miliar. Langkah yang diambil Apple bukanlah berita yang mengejutkan.

Pada November tahun lalu, firma Cupertino menyatakan akan berhenti memublikasikan data unit penjualan iPhone dan perangkat keras lainnya. Hal tersebut menyebabkan para pengamat mencurigai penjualan iPhone akan segera jatuh dalam waktu dekat.

Kecemasan juga melanda beberapa pabrik komponen smartphone. Kondisi itu kian membuat para pengamat pesimistis dengan prospek bisnis iPhone. Pada November 2018, Cook mengeluarkan pernyataan bahwa pertumbuhan penjualan di pasar yang sedang berkembang seperti Brasil, India, dan Rusia juga melambat signifikan

Kendati demikian Cook masih percaya diri dan optimistis akan meraih kesuksesan di China. Hal itu disampaikan Cook saat perang dagang AS dan China belum berdampak besar. Penurunan prediksi penjualan iPhone menunjukkan perusahaan multinasional besar sekelas Apple dapat terjatuh akibat melambatnya ekonomi China.

Perusahaan automotif seperti Ford Motor Co, Hyundai Motor Co, dan Nissan Motor Co Ltd juga sebelumnya menyatakan berencana memangkas jumlah produksi di China. Apple terancam mengalami kondisi yang lebih buruk karena harga premium yang saat ini ditetapkan dapat memperburuk bisnis iPhone di China.

“Bagaimana prospek masa depan Apple dalam jangka panjang di China jika strategi harga ini masih diterapkan?” kata pengamat James Cordwell dari Atlantic Equities. Pada kuartal keempat tahun lalu yang berakhir 29 September, penjualan unit iPhone berlangsung datar dan hanya meraup pendapatan sekitar USD166,7 miliar.

Kepala ekonom di Capital Investment Counsel Hal Eddins mengatakan, sebagai salah satu pemilik saham Apple, pihaknya merasa pesimistis atas apa yang disampaikan Tim Cook mengenai perang dagang antara AS dan China.

Sementara itu Presiden AS Donald Trump menegaskan tetap teguh dengan kebijakannya terhadap China. Dia menyatakan tidak khawatir dengan menurunnya harga saham Apple dan prediksi pendapatan perusahaan itu.

“Apple sudah sukses dan merupakan perusahaan besar. Mereka akan baik-baik saja. Tim Cook dan para karyawannya bisa meningkatkan produksi di negeri sendiri (AS),” ujar Trump. (Muh Shamil)

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement