JAKARTA - Menteri Ketenegakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri memastikan bahwa pembangunan mass rapid transit (MRT) memerlukan 10 ribuan tenaga kerja. Walaupun nantinya pada waktu selesai pekerjaannya mulai berkurang.
"Mungkin multiplier effect dari MRT itu sangat membantu penciptaan lapangan kerja dan mendukung penambahan kantong-kantong ekonomi di sekitar area yang dilalui MRT," ujarnya di kantor MRT Jakarta, Senin (25/2/2019).
Baca Juga: Proyek MRT Jakarta Serap Tenaga Kerja Lokal hingga 10 Ribu Orang
Dia menjelaskan, untuk perkiraan lapangan kerja baru yang diciptakan setelah adanya MRT ini belum dihitung, namun, kalau misalnya yang langsung ini tidak terlalu besar kisaran 500 tenaga kerja.
"Kemudian untuk vendor-vendor yang jadi supplier MRT sedangkan untuk outsourcing seperti cleaning service, sekuriti bisa sampai 1.100-an ya gitu dan di luar itu akan muncul kantong-kantong ekonomi baru seperti warung makin ramai," tuturnya.
Baca Juga: Ingin Naik MRT? Daftar ke Sini, Uji Coba Penumpang 5 Maret
Sebelumnya, Dirut MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, bahwa kesiapan pengoperasian MRT ini sudah 99%, di mana untuk uji coba bagi publik atau masyarakat umum akan dilakukan pada Maret 2019.
"Untuk uji coba MRT kepada publik akan dilakukan pada 5 Maret 2019. Dan masyarakat bisa mulai pendaftaran melalui website MRT," ujarnya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.