NEW YORK - Harga minyak berjangka jatuh lebih dari 3% pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), merupakan persentase penurunan harian terbesar tahun ini, setelah Presiden AS Donald Trump meminta OPEC mengurangi upaya-upayanya untuk meningkatkan harga minyak, yang katanya terlalu tinggi.
Patokan global, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April merosot USD2,36 atau 3,5% menjadi menetap pada USD64,76 per barel di London ICE Futures Exchange.
Sementara itu, minyak mentah berjangkan AS, West Texas Intermediate (WTI), untuk pengiriman April turun USD1,78 atau 3,1% menjadi berakhir pada USD55,48 per barel di New York Mercantile Exchange. Demikian seperti dikutip Antaranews, Jakarta, Selasa (26/2/2019).
"Harga minyak terlalu tinggi. OPEC, tolong santai dan pelan-pelan saja. Dunia tidak bisa menerima kenaikan harga, rapuh!", Trump menulis, dalam serangkaian tweet terbaru tentang harga minyak sejak April 2018.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Rebound
Komentar Trump memicu aksi jual yang menghentikan momentum dari sesi Jumat (22/2), ketika kedua harga acuan mencapai tingkat tertinggi dalam lebih dari tiga bulan karena ekspektasi pengetatan pasokan dan meningkatnya harapan untuk kesepakatan perdagangan AS-China.