Jasa Marga Cs hingga China Berebut Tol Semarang-Demak Senilai Rp15 Triliun

Retno Tri Wardani, Jurnalis · Selasa 26 Februari 2019 09:59 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 26 320 2022850 jasa-marga-cs-hingga-china-berebut-tol-semarang-demak-senilai-rp15-triliun-IYkTSmKjEu.jpg Foto: Dok. Jasa Marga

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan jalan Tol Semarang-Demak sepanjang 27 Km bisa mulai dikerjakan konstruksinya pada tahun 2019.

Keberadaan tol ini diharapkan untuk meningkatkan aksesibilitas dan menambah kapasitas jaringan jalan yang sudah ada untuk melayani kawasan utara Jawa.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyatakan, desain sebagian jalan tol Semarang-Demak akan terintegrasi dengan pembangunan tanggul laut Kota Semarang.

“Diharapkan apabila Jalan Tol Semarang-Demak sudah selesai maka banjir rob di Semarang akan tertangani karena sekaligus berfungsi sebagai tanggul rob dan bersinergi dengan pembangunan tanggul, polder, dan rumah pompa yang dikerjakan oleh Ditjen Sumber Daya Air,” kata Menteri Basuki dikutip dari laman Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa (26/2/2019).

 Baca Juga: Simpang Susun Tol Balaraja Timur Rampung Tahun Ini

Pembangunan jalan tol dengan nilai investasi sekitar Rp15,3 triliun ini ditargetkan akan berlangsung selama dua tahun.

Pembangunan jalan tol Semarang-Demak membutuhkan lahan seluas 1.887.000 meter persegi. Lahan dibagi menjadi dua seksi, yatu seksi satu Kota Semarang dan Seksi dua Kabupaten Demak.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Danang Parikesit mengatakan banjir rob di Kota Semarang lama kerap terjadi dan menggenangi jalan nasional sehingga menimbulkan kemacetan lalu lintas dan terganggunya perekonomian di sekitar wilayah Genuk, Kaligawe dan sekitarnya dimana terdapat sejumlah pusat industri.

“Harapannya pembangunan tol ini sekaligus merevitalisasi kawasan industri di sana. Begitu jalan tolnya dibangun kawasan industri tidak lagi terdampak rob, sehingga bisa kembali membangkitkan ekonomi baru di sana," ujarnya.

Saat ini masih dalam tahapan lelang investasi di mana sudah ada empat konsorsium lulus dalam proses pra kualifikasi dan selanjutnya akan tahapan pemasukan penawaran.

 Baca Juga: Menko Darmin: Tol Medan-Binjai Rampung Oktober

Keempat konsorsium itu adalah PT Jasa Marga (Persero), PT Waskita Toll Road, PT Adhi Karya (Persero) dan PT Brantas Abipraya (Persero). Lalu ada konsorsium PT Pembangunan Perumahan (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) dan PT Misi Mulia Metrical. Kemudian PT China Harbour Indonesia dan terakhir Sinohydro Corporation Limited.

“Jika semua berjalan sesuai rencana lelang, proses penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) bisa dilakukan pada awal Mei 2019,” kata Danang.

Secara teknis Jalan Tol Semarang-Demak direncanakan memiliki empat simpang susun yaitu Kaligawe, Terboyo, Sayung dan Demak. Kecepatan rencana 100Km/jam dengan arah pelebaran pada jalan tol ini adalah pelebaran ke dalam dengan jalur awal 2x2 dan jalur akhir 2x3.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini