nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sederet Pembangunan Infrastruktur Kerakyatan di Cilacap

Retno Tri Wardani, Jurnalis · Selasa 26 Februari 2019 10:39 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 26 320 2022865 sederet-pembangunan-infrastruktur-kerakyatan-di-cilacap-dNgU9zikxt.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menegaskan bahwa infrastruktur kerakyatan seperti rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), jembatan gantung dan program padat karya irigasi kecil tetap menjadi program prioritas pemerintah di samping pembangunan jalan, jalan tol, jembatan bentang panjang dan bendungan.

“Pembangunan infrastruktur kerakyatan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, salah satunya pembangunan jembatan gantung yang masih banyak diperlukan untuk menggantikan jembatan-jembatan Indiana Jones," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. dikutip dari laman Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa (22/2/2019).

Pembangunan infrastrutur kerakyatan di Selatan Jawa antara lain di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah yang sedang mengejar ketertinggalan dari Kabupaten/Kota di Utara Jawa.

 Baca Juga: Pembangunan Infrastruktur Kerakyatan Diprioritaskan

Di Kabupaten Cilacap, pada tahun 2019, Kementerian PUPR melalui Ditjen Sumber Daya Air melaksanakan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) yang dikerjakan melalui skema Padat Karya Tunai.

Melalui program ini, masyarakat yang tergabung dalam Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) diberdayakan untuk melakukan pembangunan jaringan irigasi tersier sepanjang 322 meter.

Dari anggaran sebesar Rp195 juta, selain untuk komponen biaya material dan bahan juga terdapat komponen upah bagi para petani sebagai pelaksana sebesar Rp70 ribu per hari. Pembangunan jaringan irigasi dilaksanakan selama 45 hari di mana saat ini sudah mencapai progres fisik 25%.

Dengan skema Padat Karya Tunai diharapkan jumlah uang yang beredar di desa akan meningkat. Disamping itu rasa memiliki para petani akan tinggi dalam melakukan pemeliharaan dan operasionalnya terhadap infrastruktur yang sudah dibangun tersebut.

 Baca Juga: Proyek Infrastruktur Punya Efek Berganda bagi Perekonomian

Untuk meningkatkan konektivitas desa di Cilacap, Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VII Semarang, Ditjen Bina Marga telah menyelesaikan pembangunan dua jembatan gantung yakni Jembatan Gantung Desa Jeruk Legi sepanjang 42 meter dengan anggaran Rp4,8 miliar dan dikerjakan pada September hingga Desember 2018. Jembatan gantung kedua yakni di Desa Cikedondong dengan panjang 60 meter.

Untuk mendukung sektor pendidikan di Cilacap, pada tahun 2018 dibangun Rumah Susun (Rusun) Pondok Pesantren Miftahul Huda sebanyak satu tower tiga lantai. Rusun memiliki jumlah unit kamar 37 unit tipe 36 m2.

Rusun juga dibangun untuk ditempati Aparatur Sipil Negara (ASN) dan keluarganya yang bertugas di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan.

 Baca Juga: 31 Proyek Strategis Nasional Senilai Rp276,4 Triliun Rampung Tahun Ini

Rusun dibangun dengan biaya sebesar Rp29 miliar terdiri dari tower satu setinggi tiga lantai dengan 42 unit tipe 36 m2 dan tower dua setinggi empat lantai dengan jumlah 50 unit tipe 24 m2.

Di Pulau Nusakambangan, juga dibangun Rumah Khusus untuk petugas Lapas Nusakambangan sebanyak 28 unit tipe 36 m2 dengan anggaran sebesar Rp4,6 miliar. Rusun dan Rusus yang dibangun melibatkan warga binaan Lapas yang telah mengikuti program pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja konstruksi.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini