nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sri Mulyani: Indonesia Negara Besar, Butuh Waktu dan Upaya Keras Hadapi Industri 4.0

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 27 Februari 2019 11:11 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 27 320 2023395 sri-mulyani-indonesia-negara-besar-butuh-waktu-dan-upaya-keras-hadapi-industri-4-0-R1MrpuczKM.jpeg Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Yohana/Okezone

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, Indonesia memerlukan lebih banyak upaya dan waktu untuk bisa memasuki revolusi industri 4.0. Lantaran, Indonesia memiliki jumlah penduduk yang besar dengan kondisi geografis yang luas dan terpisah antar pulau.

"Karena kita ini besar, langkah yang harus dilakukan menjadi lebih banyak dan membutuhkan waktu lebih lama," ujarnya dalam acara Kadin Entrepreneurship Forum 2019 di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Rabu (27/2/2019).

Baca Juga: RI Punya Potensi Besar Implementasikan Industri 4.0

Dia menjelaskan, kesiapan Indonesia dalam menghadapi perkembangan industri di era digitalisasi masih berada di peringkat ke 45 di dunia pada tahun 2018. Meski demikian, peringkat tersebut membaik dari posisi Indonesia pada tahun 2017 yang berada di urutan ke-47. Adapun di antara negara ASEAN posisi Indonesia berada di peringkat 4.

"Sehingga sebenarnya bukan berarti kesiapan industri 4.0 kita jauh tertinggal," kata dia.

Oleh sebab itu, pemerintah terus mendorong perbaikan industri nasional untuk menghadapi industri 4.0. Hal ini dilakukan dengan mendorong pembangunan infrastruktur secara merata di seluruh Indonesia dan juga mempersiapkan sumber daya manusia (sdm) yang berkualitas. Peningkatan SDM dilakukan dengan pendidikan vokasi dan pemberian beasiswa.

sri mulyani

Dari segi ekonomi makro, pihaknya juga mendorong kesiapan dengan berbagai kebijakan agar menjaga kestabilan perekonomian. Maka, melalui kebijakan fiskal diberikan berbagai insentif untuk mendorong peningkatan investasi dalam negeri sehingga tetap menjaga pertumbuhan ekonomi.

"Jadi untuk perbaiki kesiapan Indonesia dibutuhkan dari berbagai elemen. Mulai dari institusinya, infrastruktur yang baik, makro ekonomi stabil dan sehat, kemampuan SDM dan produktivitas market. OSS juga harus dilakukan, efisiensi dilakukan, infrastruktur meski kita bangun terus kini kita di rangking 71, artinya masih membutuhkan lagi," paparnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini