nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ketidakpastian Ekonomi Global Bikin Optimisme Pelaku Bisnis Turun

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 27 Februari 2019 15:22 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 27 320 2023528 ketidakpastian-ekonomi-global-bikin-optimisme-pelaku-bisnis-turun-UFZ8SGln8e.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Tingkat optimisme pelaku bisnis di Indonesia menurun di semester II 2018. Penurunan itu disebabkan faktor ketidakpastian ekonomi global dan sejalan dengan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).

Data tingkat optimisme pelaku bisnis ini diperoleh melalui wawancara dengan lebih dari 5.000 responden di level eksekutif, managing director, chairman atau eksekutif senior lain dari seluruh sektor industri yang dilakukan pada November 2018.

Laporan Grant Thornton International Business Report (IBR) mengungkapkan, optimisme bisnis pelaku usaha Indonesia berada di level 61% dari total responden, atau turun 38% dari periode sebelumnya; kuartal II atau semester I -2018, yang mana pada periode itu Indonesia berada di peringkat ranking teratas secara global.

Managing Partner Grant Thornton Indonesia Johanna Gani menjelaskan meski optimisme pelaku bisnis Indonesia turun, secara umum iklim bisnisnya masih cukup kondusif.

Baca Juga: BI: Ketidakpastian Pasar Keuangan Global Berkurang

"Survei kami mencatat 65% pelaku bisnis di Indonesia melaporkan kenaikan revenue lebih dari 5 perse pada 2018,” ujar Johanna dalam keterangan tertulisnya, Rabu (27/2/2019).

Tidak hanya di Indonesia, penurunan optimisme bisnis juga dirasakan serentak secara global. Tercatat optimisme pelaku bisnis global sekarang berada di 39%, level tersebut turun signifikan sebanyak 15 poin dari periode sebelumnya dan merupakan rekor terendah sejak kuartal IV-2016.

Optimisme bisnis di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) tercatat masih di bawah Indonesia, yaitu di level 42%, turun dari periode sebelumnya yang mencapai level 64%.

Ketidakpastian ekonomi diidentifikasi para pemimpin bisnis sebagai faktor pendorong penurunan terbesar, yakni 50% dari total responden. Hal ini disebabkan ketegangan geopolitik, seperti perang dagang Amerika Serikat-Tiongkok dan meningkatnya sentimen populis di sebagian besar negara ekonomi Barat, seperti Italia dan Spanyol.

grafik

Lepas dari prospek global yang terlihat muram dan perlambatan pertumbuhan PDB di sebagian besar negara maju, negara-negara ekonomi berkembang di Asia Pasifik dan Amerika Latin menunjukkan proyeksi pendapatan pelaku bisnis terhitung stabil dibandingkan periode sebelumnya. Hal tersebut mencerminkan peningkatan integrasi ekonomi regional dan kolaborasi bisnis yang lebih efektif antarnegara-negara ASEAN. Selain berkurangnya ketergantungan perdagangan pada Tiongkok yang mulai mengalami perlambatan ekonomi.

Global Leader Grant Thornton International David Peneycad mengatakan, meski pasar keuangan global bergejolak, para pemimpin bisnis tetap optimistis, karena PDB global diperkirakan terus tumbuh dan bisnis mereka ikut tumbuh bersama. Risiko tetap ada, tapi fundamental ekonomi masih tetap kuat dan masih terbuka berbagai peluang bisnis.

Secara umum, saat ketidakpastian ekonomi, peningkatan investasi bukan menjadi pilihan favorit para pelaku bisnis yang cenderung mengurangi atau bahkan menghentikan investasi. Namun, inilah saat yang tepat berinvestasi untuk meningkatkan kemampuan dan infrastruktur pendukung. Sehingga saat kondisi ekonomi membaik, pelaku bisnis yang bijak akan mampu bereaksi cepat untuk memanfaatkan momentum dan mengambil keuntungan.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini