nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ada 1 Juta Ha Lahan Kering di Indonesia, Bagaimana Cara Memanfaatkannya?

Mulyana, Jurnalis · Rabu 27 Februari 2019 16:32 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 27 320 2023569 ada-1-juta-ha-lahan-kering-di-indonesia-bagaimana-cara-memanfaatkannya-vHVEHdenEq.jpg Lahan Pertanian (Foto: Mulyana/Okezone)

PURWAKARTA – Inovasi terus dilakukan agar produktivitas pertanian khususnya jenis padi bisa lebih berkembang. Salah satu upayanya, yakni dengan melakukan pemanfaatan lahan mati yang ada di wilayah tersebut. Lahan-lahan tersebut, disulap menjadi lokasi pertanian yang bisa lebih produktif.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian (Kementan), Syukur Iwantoro menuturkan, pemerintah pusat telah menargetkan di 2045 mendatang Indonesia menjadi lumbung pangan dunia.

"Untuk itu, mulai 2019 kita akan genjot produktivitas pertanian ini. Target pemerintah, 2045 mendatang Indonesia bisa menjadi lumbung pangan dunia," ujar Syukur kepada Okezone, Rabu (27/2/2019).

Salah satunya, yakni dengan memanfaatkan lahan mati yang ada di setiap daerah. Menurut dia, program ini prospeknya sangat bagus ke depannya. Apalagi, sekarang tidak hanya lahan irigasi yang ditanam, tapi juga lahan kering bisa dioptimalkan.

Baca Juga: Wapres JK Sindir IPB sebagai Institut Perbankan

"Di Indonesia, ada sekitar satu juta hektare lahan kering. Selain ditanami padi gogo atau huma, di lahan kering ini akan juga integrasi dengan tanaman perkebunan, baik karet dan sawit," tambah dia.

Di Purwakarta, sambung dia, ada 30 ribu hektar yang potensi ditanami padi gogo. Untuk areal yang menjadi show window atau etalase pertanian di kawasan Tajug Gede Cilodong.

"Ini menjadi percontohan di Indonesia. Ini membuktikan bahwa di Indonesia banyak varietas padi selain di sawah," pungkasnya.

Saat ini, dinas tersebut menyulap sedikitnya 5.600 meter persegi lahan sisa pembangunan masjid besar di kawasan Cilodong, Kecamatan Bungursari, menjadi area penanaman padi gogo. Uniknya, benih padi ditanam di lokasi itu adalah jenis padi 'Buhun'. Yakni, benih padi yang usianya 58 tahun.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta Agus Rachlan Suherlan menuturkan, di kawasan Tajug Gede Cilodong ini dinasnya menebar 100 jenis benih padi gogo, yang salah satunya adalah benih 'buhun'.

"Selain memanfaatkan sisa lahan di kawasan Tajug Gede Cilodong, tujuan kami tak lain untuk melestarikan plasma nutfah," ujar Agus.

Agus menjelaskan, tanaman padi gogo ini pun ke depan diciptakan menjadi show window atau etalase pertanian di Kabupaten Purwakarta. Sebab, selain untuk melestarikan plasma nutfah, areal perkebunan padi ini akan menjadi laboratorium mini bagi petani milenial dan pelajar.

"Area ini, terbuka untuk siapa saja. Terutama, bagi generasi milenial yang tertarik di bidang pertanian," jelas dia.

Agus menuturkan, padi gogo ini ditanam di lahan seluas 5.600 meter. Masing-masing, varietas ditanam di lahan 20 meter. Dari 100 varietas ini, ada beberapa di antaranya varietas lokal yang ditangkar petani. Salah satunya, varietas seribu satu malam yang dilepas sejak 1961 yang lalu.

Varietas seribu satu malam ini, salah satu benih padi 'buhun' yang sudah sangat jarang diperoleh saat ini. Karena itu, pihaknya sengaja menyulap areal ini menjadi laboratorium mini untuk wilayah Purwakarta.

Upaya Pemkab Purwakarta di sektor pertanian ini, ternyata menumbuhkan decak kagum dari Kementerkan Pertanian. Apalagi, hal ini juga sejalan dengan pemerintah pusat.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini