nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Total Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Rp204 Triliun, Turun 19,4%

Koran SINDO, Jurnalis · Kamis 28 Februari 2019 11:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 28 320 2023870 total-pendapatan-industri-asuransi-jiwa-rp204-triliun-turun-19-4-fSrW1XfEGk.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA – Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat total pendapatan pada kuartal IV/2018 senilai Rp204,89 triliun atau turun 19,4% dibandingkan periode yang sama 2017 sebesar Rp254,22 triliun.

Penurunan total pendapatan tersebut, dikarenakan pengaruh kondisi pertumbuhan ekonomi global dan nasional.

Ketua Bersama AAJI Maryoso Sumaryono mengatakan, total pendapatan premi turut mengalami perlambatan sebesar 5% menjadi Rp185,88 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp195,72 triliun.

 Baca Juga: Pendapatan Premi Asuransi Umum Tumbuh 9,8%

Penurunan total premi dipengaruhi oleh menurunnya pendapatan premi dari saluran distribusi bancassurance sebesar 11,2%. ”Sementara total premi bisnis baru sebesar Rp117,38 triliun atau turun 8,2%,” kata Maryoso dalam keterangan tertulisnya di Jakarta kemarin.

Tercatat pendapatan premi bisnis baru yang berasal dari produk asuransi kesehatan memiliki kontribusi sebesar 4,8% dari keseluruhan total pendapatan premi bisnis baru pada kuartal IV/2018. Hal ini me nun jukkan bahwa produk asuransi kesehatan masih di minati oleh masyarakat Indonesia.

Sementara total premi lanjutan menjadi sebesar Rp68,50 triliun. Dia melanjutkan, dalam hal hasil investasi industri asu ransi jiwa di kuartal IV/2018, mengalami perlambatan se besar 84,5% jika dibandingkan tahun sebelumnya menjadi Rp7,83 triliun.

Penurunan kinerja hasil investasi asuransi jiwa disebabkan penurunan harga pasar pada investasi saham dan reksa dana. Namun, apabila diban ding kan dengan kuartal III/2018, hasil inves tasi pada kuartal IV/2018 menunjukkan adanya peningkatan yang tinggi, yaitu sebesar 509,8%.

”Hal tersebut menunjuk kan bahwa IHSG (indeks harga saham gabungan) sudah menguat dan industri asuransi jiwa optimistis untuk hasil in ves tasi akan semakin membaik,” imbuhnya.

 Baca Juga: OJK Optimistis Asuransi Nasional Tumbuh Double Digit Tahun Ini

Industri asuransi jiwa tetap menunjukkan komitmen dalam melakukan tanggung jawabnya dalam membayarkan klaim dan manfaat.

Pada kuar tal IV/2018, total klaim dan manfaat mengalami perlambatan 1,1% atau senilai Rp119,74 triliun dibandingkan periode yang sama 2017 sebesar Rp121,08 triliun.

Kepala Departemen Investasi AAJI, Iwan Pasila me nam bah kan, klaim nilai tebus (surrender), pada kuartal IV/2018 melambat 0,5% dibandingkan tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp66,93 triliun. ”Klaim ini memiliki proporsi terbesar di dalam pembayaran klaim dan manfaat, yakni sebesar 55,9%,” ungkap dia.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, banyaknya klaim surrender disebabkan kondisi pasar yang masih belum stabil dan banyak masyarakat yang membutuhkan uang tunai untuk kebutuhan sehari-hari.

Oleh karena itu, perlu adanya edukasi kepada masyarakat agar apabila membutuhkan dana disarankan tidak melakukan klaim surrender, melainkan melakukan klaim partial withdrawal saja agar tetap mendapatkan dana dan asuransi tetap berjalan.

Adapun klaim penarikan sebagian (partial withdrawal), juga mengalami perlambatan sebesar 16,2%, dibandingkan periode yang sama pada 2017, menjadi Rp14,65 triliun dan berkontribusi sebesar 12,2%. Sementara klaim kesehatan (medical), tercatat mengalami perlambatan 8,4% menjadi Rp8,57 triliun. (Kunthi Fahmar Sandy)

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini