nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pertamina Pastikan Laba Bersih 2018 Capai Rp5 Triliun

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 28 Februari 2019 20:56 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 28 320 2024201 pertamina-pastikan-laba-bersih-2018-capai-rp5-triliun-AAtgmt8Z0z.jpg Kantor Pertamina (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) segera memaparkan kinerja keuangannya selama 2018. Dijadwalkan, penyampaian kinerja perseroan pada tahun lalu dilakukan pekan depan.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan, pihaknya akan mengumumkan kinerja keuangannya pada 9 Maret 2019. Saat ini keuangan perseroan masih dalam tahap audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Tanggal 9 ya, tunggu ya," ujar Nicke saat ditemui di JCC Senayan, Jakarta,Kamis (28/2/2019).

Sementara itu, Direktur Keuangan Pertamina Pahala Mansyury mengatakan, proses audit masih terus berlangsung. Namun berbeda dengan Nicke, dirinya menyebut jika hasil audit baru bisa rampung pada akhir Maret 2019 mendatang.

"Ini masih diaudit. Insya Allah akhir bulan Maret proses audit baru akan selesai. Jadi bisa ketahuan," ucapnya.

Baca Juga: Wamen ESDM Sebut Pertamina Tak Akan Bangkrut karena BBM Satu Harga

Meskipun begitu, dirinya belum bisa memberikan bocoran apapun terkait kondisi keuangan perusahaan minyak terbesar milik Indonesia ini. Sebab, kinerja perusahaan juga erat kaitanya dengan berbagai penugasan yang diamanatkan pemerintah.

"Perkiraan ya ada, tapi karena Pertamina itu ada melakukan distribusi BBM subsidi maupun penugasan, laporan keuangan butuh audit BPK," jelasnya.

Namun saat ditanya soal potensi perolehan laba, Pahala optimis perseroan akan menorehkan laba yang cukup baik pada 2018 kemarin. Bahkan, Pahala optimis jika kinerja keuangan Pertamina bisa mengantongi laba bersih Rp5 triliun.

Sementara itu, strategi perseroan di 2019, Pahala menjelaskan dari sisi keuangan perusahaan membagi tiga segmentasi lumbung pendapatan. Dia mengatakan di sisi hulu migas, investasi akan terus dilakukan untuk bisa mempertahankan produksi.

Dengan mempertahankan produksi dan menekan declining harapannya akan menciptakan kondisi keuangan yang baik.

"Satu,kita kan ada value chain kan. Upstream akan melakukan investasi untuk mempertahankan produksi. Paling enggak penurunan berkurang. Kan bagus untuk keuangan," ucapnya.

Baca Juga: Kontrak Blok Rokan Belum Diteken, Wamen ESDM: Lagi Cari Tanggal

Selain itu, untuk bisa meningkatkan efisiensi dan nilai tambah, di segmen midstream atau pengolahan Pertamina akan mempercepat proses pembangunan kilang.

Sedangkan untuk bisa menghindari loses dan kerugian di sisi hilir migas, kata Pahala perusahaan akan melakukan investasi dibidang digitalisasi SPBU.

"Lalu kita lakukan digitalisasiSPBU agar bisa melakukan penyaluran tetap tepat sasaran lalu kemudian melakukan cost efektig baik di upstream dwonstream midstrem," jelasnya.

(fbn)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini