Share

The Crystal Jadi Ikon Baru China

Koran SINDO, Jurnalis · Minggu 03 Maret 2019 13:22 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 03 470 2025157 the-crystal-jadi-ikon-baru-china-V19gvanhly.jpg Foto: Ist

CHONGQING – Kompleks Raffles City Chongqing yang terdiri atas delapan gedung pencakar langit di Distrik Yuzhong, Kota Chongqing, China mencapai tahap akhir dan akan segera dibuka pada tahun ini.

Satu gedung horizontal di atas empat gedung lainnya yang dikenal dengan The Crystal juga hampir selesai. Dengan bangunan horizontal tertinggi di atas tanah itu, The Crystal akan menjadi bukti keberanian pakar sipil Negeri Tirai Bambu tersebut dan menjadi ikon baru di negeri berpenduduk terbesar di dunia itu.

Dirancang arsitek yang sama asal Israel-Kanada, Moshe Safdie, The Crystal mirip dengan gedung horizontal Sands SkyPark Marina Bay Sands di Singapura. Hanya saja The Crystal berada lebih tinggi. Gedung tersebut dapat digunakan untuk perhotelan, restoran, pusat perbelanjaan, perkantoran, dan perumahan.

 Baca Juga: China Bangun Gedung Pencakar Langit Paling Banyak

The Crystal akan berada 250 meter di atas udara. Di bagian luar akan terdapat jem batan konservatori dari kaca, geladak untuk melihat pemandangan kota, kolam renang tanpa tepi, skywalk , dan toko makanan.

Memasuki malam hari, gedung itu akan menjadi lampu sinar raksasa yang menerangi seluruh Distrik Yuzhong. “Langkah selanjutnya yang perlu kami selesaikan ialah menanam pohon di The Crystal sebagai bagian dari dekorasi interior,” ujar Presiden Capita-Land, Lucas Loh, seperti dikutip news.com.au.

Proyek konstruksi Raffles City Chongqing sudah berjalan selama enam tahun tanpa mengalami kendala apa pun atau penundaan. The Crystal terinspirasi dari kapal layar China dan merupakan penghormatan atas sejarah Chongqing sebagai pusat perdagangan maritim pada masa lampau.

Secara keseluruhan, Raffles City Chongqing memiliki 1.400 apartemen dan ruang pusat perbelanjaan seluas 230.000 meter persegi dengan sekitar 420 toko ritel. Raffles City Chongqing juga menjadi titik transit transportasi subway, bus, feri, dan kapal pesiar.

 Baca Juga: China Gabungkan 8 Gedung Pencakar Langit, Begini Penampakannya

Raffles City Chongqing merupakan satu dari proyek pembangunan gedung pencakar langit di China pada tahun ini. Pada tahun lalu China membangun 88 gedung pencakar langit, terbanyak di dunia mengalahkan Amerika Serikat. Raffles City Chongqing dikerjakan oleh 6.000 ahli bangunan.

Sebagai wilayah yang rawan gempa bumi, The Crystal “melayang” di atas tower untuk mengoptimalisasi kelenturan. Dengan adanya skybridge tersebut, para penghuni Raffles City Chongqing dapat berpindah-pindah dari satu tower ke tower yang lain.

“The Crystal akan menjadi detak jantung untuk kota ini,” kata Safdie seperti dilansir theguardian.com. “Di wilayah padat seperti Chongqing, tidak ada lagi ruang kosong untuk membangun taman umum yang luas di atas tanah.

Karena itu kami perlu mengangkatnya keangkasa dan menghubungkan setiap tower,” tambahnya. Menurut Safdie, pembangunan gedung horizontal merefleksikan meningkatnya inovasi perencanaan tata kota di dunia.

Masyarakat tidak lagi hanya terkoneksi dari satu tempat ke tempat lain di atas tanah, tapi juga di atas udara. Minneapolis, Hong Kong, dan Bangkok merupakan wilayah yang memiliki sistem demikian yang lebih maju. Kompleks Linked Hybrid di Beijing juga terhubung dengan skybridge.

Begitu pun dengan Pinnacle@Duxton di Singapura yang terdiri atas 51 lantai dan Velo di Seoul, Korea Selatan (Korsel), yang terdiri atas 30 lantai. Semuanya terhubung de ngan skypark atau skybridge . Tren ini muncul menyusul semakin menyempitnya lahan kosong.

Pada tahun lalu firma engineering asal Jerman, Thyssen Krupp menguak teknologi baru sistem elevator horizontal vertikal. “Sebagai seorang arsitek dan insinyur, saya tidak perlu lagi berpikir lift merupakan pusat bangunan. Saya dapat meletakkannya di mana saja yang saya suka,” kata CEO ThyssenKrupp, Michael Cesarz.

Kepala Energi Berkelanjutan di JLL Asia-Pasifik, Matthew Clifford, meyakini koneksi antargedung pencakar langit akan memberikan dampak positif secara lingkungan.

Sebab hal itu dapat mengurangi lalu lintas dan tingkat polusi. Namun dia memperingatkan penggunaan bangunan demikian harus diatur secara cermat. “Gedung itu bisa menjadi area eksklusif yang dilengkapi dengan restoran mewah dan makanan kelas atas.

Hanya segelintir orang yang me nikmati fasilitas tersebut. Risikonya jelas akan menghantam sektor sosial,” kata Clifford. Skybridge di Raffles City Chongqing dilaporkan akan dibuka untuk umum, terutama taman dan stasiun. (Muh Shamil)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini