Pengusaha Tak Ingin Indonesia Hanya Jadi Pasar

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 07 Maret 2019 16:32 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 07 320 2027066 pengusaha-tak-ingin-indonesia-hanya-jadi-pasar-PmYPrCFeDO.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyambut baik kerja sama yang ditawarkan Estonia dalam sektor teknologi informasi (information technology/IT). Kendati demikian, kerja sama harus berupa transfer pengetahuan bukan hanya sekedar pembelian sistem.

Hal tersebut ditekankan oleh Ketua Kadin Indonesia bagian Komite Eropa dan Rusia Olfriady Letunggamu dalam pertemuan kehormatan dengan Wakil Menteri Luar Negeri bidang Perdagangan Estonia Andres Rundu. Pada kesempatan itu, terdapat juga delegasi yang menjadi perwakilan pengusaha dari Kadin Estonia.

"Saya menegaskan kepada delegasi Estonia bahwa kami siap jadi lokal partner mereka. Karena kita enggak mau hanya jadi market mereka, kita harus transfer knowledge (pengetahuan) dari mereka. Kita enggak mau mereka jualan sistem di sini," jelasnya di Kantor Kadin Indonesia, Jakarta, Kamis (7/3/2019).

Baca Juga: Indonesia-Estonia Sepakat Kembangkan Kerja Sama Teknologi

Dia menjelaskan, Estonia memang merupakan negara yang memiliki kemajuan teknologi yang tinggi terlebih dalam sistem layanan elektronik (e-services). Oleh sebab itu, kerja sama ini menjadi sangat penting ditengah perkembangan digitalisasi saat ini.

"Estonia memiliki sistem e-governance yang kuat sekali. Maka mereka datang ke sini untuk membantu permasalahan Indonesia yang memiliki populasi penduduk yang besar. Jadi mereka ekspor teknologi," kata dia.

Sejumlah sistem layanan elektronik yang ditawarkan untuk kerja sama yakni e-governance, e-industry dan e-ducation, dan sistem keamanan siber. Meski demikian, pengusaha Indonesia juga meminta adanya pengembangan layanan elektronik di bidang kesehatan atau e-health.

"Karena Indonesia punya banyak sekali rumah sakit dan jumlah pasien, maka sangat baik kalau ada sistem elektronik yang bisa integrasi semua itu. Ini merupakan permintaan pihak Indonesia ke pihak Estonia," katanya.

Baca Juga: Tak Lagi Mitos, Startup Menjelma Jadi Unicorn di Dunia Ada 325

Lebih lanjut, Olfriady menjelaskan, nantinya kerja sama pengembangan teknologi antar pengusaha di kedua negara ini berdasarkan business to business (B2B). Dengan menggabungkan tenaga kerja dari Estonia dan Indonesia untuk membuat suatu program secara bersama-sama.

"Kami mau ada penyesuaian di sini dengan memperkerjakan anak-anak Indonesia. Misal saya punya bisnis kesehatan, mereka punya sistemnya, kemudian implementasinya dengan membuat sistem tersebut bersama-sama, jadi kami buka as user (pengguna) doang," katanya. (yau)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini