Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perintah Presiden: Karet Jadi Campuran Aspal

Koran SINDO , Jurnalis-Senin, 11 Maret 2019 |10:40 WIB
Perintah Presiden: Karet Jadi Campuran Aspal
Foto: Koran Sindo
A
A
A

BANYUASIN – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menggunakan getah karet sebagai campuran aspal.

Hal itu perlu di lakukan agar karet lebih banyak digunakan sehingga diharapkan bisa mendongkrak harga. “Sekarang ngaspal jalan jangan sampai hanya aspal. Campur dengan karet. Sudah dicoba di Sumsel, Riau, dan Jambi. Hasilnya bagus, tapi harganya lebih mahal sedikit. Nggak apa beli, ini perintah,” kata Presiden dalam keterangan tertulisnya, kemarin. Jokowi juga meminta agar penggunaan aspal karet jangan hanya sebatas di tiga provinsi saja, tetapi juga di seluruh Indonesia. Presiden meminta Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menyiapkan regulasi yang bisa menarik investor membangun pabrik pengolah karet di Tanah Air.

Baca Juga: 3 Strategi Presiden Jokowi Dorong Harga Karet

Dengan adanya pabrik itu, diharapkan tidak ada lagi karet mentah yang diekspor. “Kita bangun pabrik-pabrik untuk mengolah karet di dalam negeri. Kita harus memiliki industri yang berkaitan dengan bahan baku karet sehingga harga jadi lebih baik,” katanya. Begitu pula BUMN di instruksikan membeli karet hasil perkebunan rakyat. “Sebelumnya, saya dikejar-kejar oleh Gubernur Sumsel untuk bertemu petani karet. Saya bilang sebentar, ini jalan keluarnya belum ada. Sekarang sudah ada, baru kita temui,” kata Jokowi. Pada Sabtu (9/3) lalu, Presiden menemui ribuan petani karet di Sumatera Selatan (Sumsel). Silaturahmi dengan Petani Kebun Karet Sumsel dilakukan di Pusat Penelitian Karet, Kementerian Pertanin (Kementan), Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Sumsel.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement