nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perintah Presiden: Karet Jadi Campuran Aspal

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 11 Maret 2019 10:40 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 11 320 2028313 perintah-presiden-karet-jadi-campuran-aspal-gwuuczXCLE.jpg Foto: Koran Sindo

BANYUASIN – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menggunakan getah karet sebagai campuran aspal.

Hal itu perlu di lakukan agar karet lebih banyak digunakan sehingga diharapkan bisa mendongkrak harga. “Sekarang ngaspal jalan jangan sampai hanya aspal. Campur dengan karet. Sudah dicoba di Sumsel, Riau, dan Jambi. Hasilnya bagus, tapi harganya lebih mahal sedikit. Nggak apa beli, ini perintah,” kata Presiden dalam keterangan tertulisnya, kemarin. Jokowi juga meminta agar penggunaan aspal karet jangan hanya sebatas di tiga provinsi saja, tetapi juga di seluruh Indonesia. Presiden meminta Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menyiapkan regulasi yang bisa menarik investor membangun pabrik pengolah karet di Tanah Air.

Baca Juga: 3 Strategi Presiden Jokowi Dorong Harga Karet

Dengan adanya pabrik itu, diharapkan tidak ada lagi karet mentah yang diekspor. “Kita bangun pabrik-pabrik untuk mengolah karet di dalam negeri. Kita harus memiliki industri yang berkaitan dengan bahan baku karet sehingga harga jadi lebih baik,” katanya. Begitu pula BUMN di instruksikan membeli karet hasil perkebunan rakyat. “Sebelumnya, saya dikejar-kejar oleh Gubernur Sumsel untuk bertemu petani karet. Saya bilang sebentar, ini jalan keluarnya belum ada. Sekarang sudah ada, baru kita temui,” kata Jokowi. Pada Sabtu (9/3) lalu, Presiden menemui ribuan petani karet di Sumatera Selatan (Sumsel). Silaturahmi dengan Petani Kebun Karet Sumsel dilakukan di Pusat Penelitian Karet, Kementerian Pertanin (Kementan), Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Sumsel.

Jokowi menjelaskan skenario perbaikan harga lainnya, yakni Pemerintah Indonesia bersama Malaysia dan Thailand sebagai sesama produsen karet sepakat mengurangi ekspor. Dengan pem batasan ekspor, harga karet mulai terasa ada perbaikan. “Barusan saya bisik-bisik dengan salah satu petani Pak Ali namanya. Saya tanya bagaimana harga karet? Dia bilang Alhamdulillah, Pak dulu Rp4.000- Rp5.000, sekarang mulai masuk Rp8.000,” ujar Jokowi menceritakan. Direktur Jenderal (Dirjen) Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) Kasdi Subagyono menambahkan, instruksi Presiden agar Kementerian PUPR menggunakan karet sebagai campuran aspal secara langsung akan cepat memperbaiki harga yang menjadi solusi konkret bagi petani. “Saya ke Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (Bahan Olahan Karet)- UPPB, Kementerian PUPR membeli karet kepada petani seharga Rp9.000 per kg. Kalau ini bisa berlaku nasional luar biasa,” kata Kasdi.

Harga Karet di Tingkat Petani Anjlok 

Ia berharap penguatan sinergi (penyerapan karet) seperti ini tidak untuk jalan saja, tetapi juga untuk industri ban yang menguasai 40% industri nasional berbahan baku karet, sarung tangan, dan lainnya. Sementara itu, untuk menjaga dan meningkatkan produktivitas perkebunan karet, Kementan berencana melakukan replanting (peremajaan) dengan target 50.000 hektare (ha) per tahun. “Ada potensi replanting 750.000 ha. Ini oleh Pak Menko (Perekonomian) akan di kaitkan dengan industri pengolahan kayu. Jadi nebangi dapat kayunya, terus baru di tanam,” katanya. Gubernur Sumsel Herman Deru menyampaikan dari 3,8 juta ha lahan perkebunan di Sulsel, sekitar 1,3 juta ha di antaranya merupakan kebun karet. “Dari jumlah itu, 95% milik petani rakyat,” katanya.

Untuk membantu petani, pemerintah juga membuat kebijakan membantu asam semut. Selain itu, ada pula bantuan 800.000 lebih batang karet dan berbagai macam pupuk. Termasuk 14 unit bantuan alat pembuat asap cair dan alat-alat mesin pertanian lainnya untuk pengolahan karet.

(Sudarsono)

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini