nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menperin Incar Penjualan Mebel USD300 Juta di IFEX 2019

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 11 Maret 2019 11:43 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 11 320 2028337 menperin-incar-penjualan-mebel-usd300-juta-di-ifex-2019-920EuuAsF8.jpeg Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Giri/Okezone)

JAKARTA - Pameran mebel dan kerajinan terbesar di Indonesia Indonesia Internasional Furniture Expo (IFEX) 2019 dibuka hari ini. Event tahunan ini sendiri dibuka langsung oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Dalam sambutannya, Airlangga mengatakan event ini harus bisa dimanfaatkan oleh para pengrajin lokal untuk bisa mendapatkan mitra. Apalagi dalam acara ini juga turut dihadiri oleh perwakilan dari 2 per 3 negara anggota Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) sebagai pembelinya.

"Dihadiri oleh 2 per 3 negara anggota PBB sebagai pembeli sebanyak 127 buyer dan tadi disampaikan ekspektasi penjualan dari pameran langsung sebesar USD300 juta, sedangkan berdasarkan pengalaman tahun lalu IFEX 6 bulan ke depan bisa capai USD800 juta. Ini merupakan bagian pameran yang signifikan," ujarnya dalam acara pembukaan IFEX 2019 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Senin (11/3/2019).

Baca Juga: Ekspor Mebel Naik 20% Berkah Perang Dagang AS-China

Oleh karena itu lanjut Airlangga, dirinya sangat menyambut baik event pameran ini untuk mendongkrak industri furnitur dan kerajinan. Apalagi, pemerintah Indonesia telah menetapkan industri furnitur dan kerajinan sebagai salah satu bagian dari industri prioritas nasional.

Apalagi pengembangan ini juga didukung oleh ketersediaan sumber daya alam yang berlimpah di Indonesia, seperti bahan baku kayu, rotan dan bahan alami lainnya. Selain itu industri furnitur ini merupakan sektor yang padat karya dan banyak menyerap tenaga kerja serta sebagai penghasil devisa yang potensial.

"Semoga pameran IFEX 2019 dapat berlangsung dengan sukses dan memberikan manfaat bagi perkembangan industri furnitur dan kerajinan nasional," kata dia.

menperin

Airlangga menambahkan dengan event ini diharapkan bisa menjadi pemacu bagi industri furnitur lokal untuk terus berkreasi dalam hal desain. Sebab menurutnya, banyak buyer asing yang berminat pada produk Indonesia karena motifnya yang unik.

Airlangga menyebutkan jika inovasi akan meningkatkan nilai tambah dan daya saing suatu produk, tak terkecuali untuk produk furnitur. Terutama karena industri furnitur erat sekali kaitannya dengan gaya hidup (lifestyle).

"Besar harapan saya agar industri furnitur terus melakukan inovasi dan selalu melakukan eksplorasi kekayaan budaya nasional dengan kemasan modern serta mengikuti trend pasar global," ucapnya.

Airlangga juga menghimbau penggunaan produk dalam negeri. Tujuannya adalah untuk menekan angka impor yang memang pada saat ini masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah untuk memperbaiki neraca perdagangan.

"Di samping itu saya juga turut menghimbau agar kita semakin meningkatkan penggunaan produk furnitur dan kerajinan produksi dalam negeri," ucapnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini