nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jurus Pemerintah Kejar Target Ekspor Mebel USD2,5 Miliar di 2019

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 11 Maret 2019 12:32 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 11 320 2028366 jurus-pemerintah-kejar-target-ekspor-mebel-usd2-5-miliar-di-2019-h6SryUfYQU.jpeg Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Giri/Okezone)

JAKARTA - Pemerintah tengah mendorong ekspor furnitur dan mebel dalam negeri sebesar USD2,5 miliar. Pada 2018, nilai ekspor furnitur dan mebel Indonesia hanya USD1,69 miliar.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah telah menyiapkan beberapa strategi khusus agar ekspor industri furnitur bisa tumbuh. Salah satunya memberikan keringanan fasilitas pajak, seperti tax allowance pada industri furnitur dan industri pendukung seperti lem, grendel, dan lainnya.

"Kami juga Mengusulkan insentif Super Tax Deduction untuk mendorong pengembangan SDM vokasi dan inovasi teknologi," ujarnya dalam acara IFEX 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Senin (11/3/2019).

Baca Juga: Ekspor Mebel Indonesia Kalah dari Vietnam hingga Malaysia

Di sisi lain lanjut Airlangga, pemerintah juga akan melarang bahan baku log /kayu dan rotan. Sebagai gantinya, pemerintah menyiapkan Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu di Kendal.

"Kami melarang ekspor bahan baku log/kayu dan rotan asalan. Dan kami telah membangun Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu di Kendal untuk meningkatkan penyediaan SDM yang terampil dan entrepreneur baru. Terakhir ada Fasilitasi pembiayaan ekspor melalui LPEI," jelasnya.

Pemerintah juga melakukan pengembangan market intelegence. Pengembangan ini bertujuan untuk mempermudah atau memperlancar akses menuju bahan baku, yang mana nantinya akan dikembangkan sistem Tata Kelola Logistik Bahan Baku Kayu dan Rotan.

"Pemerintah juga siap fasilitasi pembiayaan ekspor melalui LPEI," ucapnya.

menperin

Menurut Airlangga, dengan kemudahan itu pihaknya yakin ekspor furnitur akan kembali meningkat. Dia pun menargetkan ekspor furnitur pada 2024 bisa mencapai USD5 miliar.

"Pemerintah mengharapkan industri furnitur dapat berperan lebih besar lagi dalam perekonomian nasional dengan target peningkatan ekspor sebesar 5 Miliar dolar AS. Yang paling penting buyer dikejar," jelasnya.

Apalagi menurut Airlangga, Indonesia memiliki keuntungan yang seharusnya bisa dimanfaatkan. Salah satunya adalah memiliki banyak ketersediaan bahan baku di dalam negeri.

"Indonesia dengan competitive advantages yang dimiliki seperti ketersediaan bahan baku, tenaga kerja yang memadai dan keberagaman desain, semestinya dapat menjadi salah satu pemain utama industri furnitur di dunia," jelasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini