nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Jokowi Akan Bagikan 16.000 Sertifikat Kompetensi Kerja Tenaga Konstruksi

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 12 Maret 2019 11:18 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 12 320 2028801 presiden-jokowi-akan-bagikan-16-000-sertifikat-kompetensi-kerja-tenaga-konstruksi-1W6d7vx8ut.jpeg Tenaga Kerja Konstruksi (Foto: Giri/Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo akan membagikan sebanyak 16.000 sertifikat kompetensi kerja tenaga konstruksi. Adapun rinciannya dari 13.900 peserta tenaga kerja terampil dan 2.100 tenaga kerja ahli bidang konstruksi dari wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

Berdasarkan informasi yang diterima Okezone, Presiden Jokowi akan membagikan sertifikat pada pukul 12.00 WIB. Dalam penyerahan tersebut nantinya, Presiden Jokowi didampingi oleh sejumlah Menteri Kabinet kerja.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendi dan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir.

Baca Juga: 14.736 Tenaga Kerja Asing Masuk Jateng, Jabatannya Direktur hingga Komisaris

Sebagai informasi, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tenaga kerja konstruksi saat ini berjumlah 8,3 juta, sedangkan tenaga kerja bersertifikat hanya 7,4% saja, atau sebesar 616.000 orang dengan rincian 419.000 orang tenaga kerja terampil dan 197.000 orang tenaga kerja ahli (data LPJKN, Januari 2019).

Pada tahun ini, Kementerian PUPR menargetkan 212.000 orang tenaga kerja konstruksi bersertifikat melalui program pelatihan dan sertifikasi reguler, maupun jalur vokasional (sebanyak 16.000 orang) atas anggaran APBN, dan 300.000 tenaga kerja konstruksi bersertifikat melalui LPJK dan sumber dana lainnya. Dengan demikian tahun ini Kementerian PUPR menargetkan 512.000 tenaga kerja konstruksi bersertifikat.

Sejak tahun 2015 sampai dengan 2018, jumlah tenaga kerja yang tersertifikasi adalah sebesar 192 ribu tenaga kerja dengan rata-rata setiap tahun menghasilkan 50 ribu tenaga kerja. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal Bina Konstruksi selaku pembina jasa konstruksi Indonesia terus berupaya memenuhi target peningkatan jumlah tenaga kerja konstruksi hingga 10 kali lipat, sebagaimana yang disampaikan Presiden RI saat memberikan Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi di Ji-Expo Kemayoran, Oktober 2018 lalu. Hal tersebut juga sesuai amanat Undang-Undang Jasa Konstruksi nomor 2 Tahun 2017.

tenaga kerja

Untuk mengejar target tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah melakukan berbagai upaya untuk mendorong Pengembangan SDM Konstruksi, di antaranya melakukan kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Ristekdikti, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Tenaga Kerja, dan Kementerian BUMN untuk melaksanakan revitalisasi pendidikan kejuruan dan vokasi dengan program link and match.

Selain itu dalam menghadapi era industri 4.0, Kementerian PUPR terus mengembangkan berbagai inovasi salah satunya sertifikat elektronik. Sertifikat elektronik diharapkan mampu memudahkan akses informasi sumber daya konstruksi, serta meningkatkan kualitas dan akurasi sistem perencanaan pembangunan proyek infrastruktur.

Sebelum dilakukan penyerahan sertifikat ini, dari periode bulan Oktober 2018 sampai dengan Maret 2019, Kementerian PUPR sudah melakukan sertifikasi terhadap 127.846 tenaga kerja konstruksi, yang terdiri dari 84.774 orang tenaga terampil dan 43.072 orang tenaga ahli serta dilakukan sertifikasi terhadap warga binaan yang memenuhi syarat dan sampai saat ini sudah berjumlah 3.267 orang di 53 Lembaga Pemasyarakatan.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini