nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Jokowi Minta Kemendag Bangun Pasar Rakyat Berbasis Online

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Selasa 12 Maret 2019 12:35 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 12 320 2028830 presiden-jokowi-minta-kemendag-bangun-pasar-rakyat-berbasis-online-xTLMTAIouv.jpg Presiden Jokowi (Foto: Antara)

TANGSEL - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Kementerian Perdagangan (Kemendag) segera membangun pasar-pasar rakyat berbasis online. Pasar online itu, kata dia, nantinya akan menjadi sebuah marketplace bagi masyarakat.

Ia juga meminta Kemendag untuk memperbaiki pasar rakyat konvensional yang ada di seluruh Indonesia.

"Ekosistem offline diperbaiki, tetapi disiapkan ekosistem online. Sehingga pasar rakyat memiliki marketplace, memiliki platform," kata Jokowi saat memberikan sambutan dalam peresmian pasar rakyat dan pembukaan Rakerja Kemendag Tahun 2019, di ICE BSD, Tangerang, Banten, Selasa (12/3/2019).

Baca Juga: Mendag: Omzet Pasar Rakyat Naik 20% karena Revitalisasi

Kepala Negara menerangkan bahwa kerap mendapat keluhan dari sejumlah pedagang pasar mengenai keberadaan platform jual-beli online. Ia pun mengingatkan agar semua pihak bisa merespons perkembangan teknologi ini dengan cepat.

Jokowi mencontohkan banyak mal-mal di China yang tutup karena kalah bersaing dengan toko online. Calon presiden nomor 01 itu tak ingin nantinya pasar-pasar rakyat di Indonesia tutup karena tak siap bersaing dengan toko berbasis online.

"Sekali lagi siapkan yang namanya ekosistem offline, siapkan yang namanya ekosistem online-nya," ujarnya.

Jokowi

Jokowi mengatakan, kepala daerah juga harus membantu para pedagang mulai dari membuat produk, packaging, branding, hingga labeling. Dengan begitu produk tersebut akan dilirik oleh para konsumen.

Selain itu, mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengajak seluruh pihak dapat bekerja sama menciptakan pasar rakyat berbasis online. Menurut dia, bila secara nasional bisa tercipta pasar rakyat berbasis online maka ke depan akan bisa disambung ke marketplace global.

"Kalau nasionalnya sudah ketemu bisa sambungkan lagi ke marketplace global," katanya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini