nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wall Street Flat di Tengah Ketidakpastian Perang Dagang AS-China

Feby Novalius, Jurnalis · Kamis 14 Maret 2019 21:42 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 14 278 2030156 wall-street-flat-di-tengah-ketidakpastian-perang-dagang-as-china-zSsLaAdnQN.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street dibuka data pada perdagangan Kamis waktu AS. Hal tersebut dikarenakan laporan bahwa pertemuan antara Presiden Donald Trump dan Xi Jinping Cina kemungkinan besar akan terjadi hingga April.

Melansir Reuters, Kamis (14/3/2019), Dow Jones Industrial Average turun 10,58 poin atau 0,04% pada pembukaan menjadi 25.692,31. S&P 500 dibuka lebih rendah 0,54 poin atau 0,02% pada 2.810,38. Nasdaq Composite naik 1,38 poin, atau 0,02 persen, menjadi 7.644,79 pada bel pembukaan.

Wall Street akan dibuka flat pada hari Kamis karena ketidakpastian pembicaraan perdagangan antara Amerika Serikat dan China mengimbangi optimisme setelah parlemen Inggris memilih untuk menolak Brexit.

Baca Juga: Wall Street Menguat, Investor Pantau Pergerakan Saham Boeing

Bloomberg melaporkan bahwa pertemuan antara Presiden Donald Trump dan Xi Jinping China untuk menandatangani akhir perselisihan perdagangan tidak akan terjadi bulan ini. Kemungkinan akan dilakukan pada April.

Sehari sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan dia tidak terburu-buru untuk menyelesaikan perjanjian perdagangan dengan China.

“Situasi dengan perdagangan menyebabkan gangguan bagi investor sejak dini. Kekhawatiran yang lebih dalam yang mulai merambat adalah bahwa tidak ada rasa urgensi pada saat ini,” kata Direktur Pelaksana New Vines Capital LLC Andre Bakhos.

Caterpillar Inc yang sensitif terhadap tarif turun 0,7% dalam perdagangan. Ini yang bergantung pada China untuk sebagian besar pendapatan mereka juga kehilangan kekuatan.

Boeing, eksportir tunggal AS terbesar ke China turun 0,4%. Pembuat pesawat terbesar di dunia itu memiliki masalah sendiri minggu ini setelah 737 MAX yang diterbangkan secara global menyusul kecelakaan fatal baru-baru ini di Ethiopia.

Baca Juga: Wall Street Mixed, Saham Boeing Masih Bebani Bursa Saham

S&P dan Nasdaq telah memposting tiga sesi kenaikan berturut-turut minggu ini, didukung oleh data domestik yang menggarisbawahi sikap pasien Federal Reserve pada kenaikan suku bunga di masa depan.

Kemudian Apple Inc naik 1% setelah broker Cowen and Co memulai liputan pembuat iPhone dengan peringkat. Sahamnya membuat Nasdaq bertahan.

(fbn)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini