nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tak Ingin Anak Kerdil, Presiden Jokowi: Jangan Sampai Dana PKH Dibeli Make Up

Retno Tri Wardani, Jurnalis · Kamis 14 Maret 2019 17:23 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 14 320 2030024 tak-ingin-anak-kerdil-presiden-jokowi-jangan-sampai-dana-pkh-dibeli-make-up-NgHnwrmNTg.jpg Jokowi soal Dana PKH (Setkab)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan, dana Program Keluarga Harapan (PKH) diberikan untuk hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan dan juga kesehatan, gizi.

Kepada para penerima PKH, Presiden meminta agar memberi anak telur satu, ikan satu. Jangan seperti masa kecil dirinya, telur satu saja dirajang-rajang jadi delapan, jadi empat, jadi enam.

“Jadi kita tidak ingin anak-anak kita ini kurang gizi, anak-anak kita ini stunting. Kerdil. Enggak boleh. Anak-anak kita harus kita beri gizi sebanyak-banyaknya agar sehat, agar pintar, agar cerdas, agar bisa sekolah. Oleh sebab itu, diberikan PKH,” kata Presiden Jokowi dilansir dari Setkab, Jakarta, Kamis (14/3/2019).

 Baca Juga: Jokowi Naikkan Dana PKH Dua Kali Lipat di 2019

Hal ini dikatakan Jokowi saat menyerahkan bantuan 1.200 PKH dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), di Auditorium STMIK Atma Luhur, Kecamatan Gabek, Pangkal Pinang, Provinsi Bangka Belitung.

Presiden menambahkan, jangan sampai PKH dibeli untuk hal-hal yang konsumtif seperti baju maupun make up.

“Jangan sampai, PKH untuk beli ininya Ibu (baju). Atau untuk beli ini (make up). Tidak boleh, tidak boleh," katanya.

Dalam kesempatan berdialog dengan penerima PKH, Presiden Jokowi menyampaikan, nanti awal April akan ada lagi transfer, kurang lebih sama dengan yang diterima pada Januari lalu.

Namun Presiden wanti-wanti, agar sebelum dapat transfer direncanakan dulu dipakai untuk apa dana PKH yang nantinya akan diterima.

“Rinci begitu lho ya. Jangan nanti ada transfer langsung kaget, waduh ini transfer ini sudah keluar lagi satu juta, langsung bingung beli. Jangan seperti itu lho. Direncanakan uang ini harus tepat sasaran,” ujar Presiden Jokowi.

 Baca Juga: Presiden Jokowi: Penerima PKH Akan Bertambah Menjadi 10 juta

Direncanakan satu untuk beli apa, dua untuk beli apa, tiga untuk apa, empat untuk beli apa, lima untuk apa, direncanakan. Mulai merencanakan keuangan keluarga, direncanakan. "Jangan nanti baru ditransfer kita baru bingung untuk apa ya, untuk apa. Bisa nanti beli ini, beli ini nanti, hati-hati, hati-hati. Ketahuan nanti SDM PKH, pendamping PKH, hati-hati lho ya," pesan Jokowi.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Presiden Jokowi kembali berpesan kepada para penerima PKH agar dana yang ada dipakai untuk hal-hal yang berkaitan dengan keluarga, baik yang berkaitan dengan pendidikan, baik yang berkaitan dengan kesehatan, dan gizi anak.

“Jangan keluar dari situ. Untuk beli pulsa tidak boleh, suaminya minta untuk beli rokok tidak boleh. Beli rokok suami tetap enggak boleh. tapi diberitahu baik-baik suaminya, pak tidak boleh untuk beli rokok ini untuk anak-anak kita, untuk biar sehat, biar pintar,” kata Presiden Jokowi.

Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Gubernur Babel Erzaldi Rosman.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini