nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Neraca Perdagangan Februari 2019 Surplus USD330 Juta

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 15 Maret 2019 10:10 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 15 320 2030267 neraca-perdagangan-februari-2019-surplus-usd330-juta-TKIMyixde1.jpg Kepala BPS Suhariyanto (Foto: Yohana/Okezone)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan pada Februari 2019 mengalami surplus tipis sebesar USD330 juta. Realisasi ini membaik dari posisi neraca perdagangan Januari 2019 yang defisit USD1,06 miliar.

Dengan demikian ini menjadi pertama kali Indonesia mengalami surplus neraca perdagangan sejak terakhir pada September 2018 yang surplus USD314 juta.

"Jadi sesudah 4 bulan kita defisit, akhirnya kita bisa surplus. Tentu berharap bulan-bulan ke depannya tetap bisa surplus," ujar Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers di Gedung Pusat BPS, Jakarta, Jumat (15/3/2019).

Baca Juga: Neraca Perdagangan Februari Diprediksi Defisit USD800 Juta

Dia menjelaskan, realisasi neraca perdagangan Februari ini didorong turunnya laju impor yang tajam ketimbang penurunan laju ekspor. Di mana nilai impor sebesar USD12,20 miliar atau turun 18,61% dari Januari 2019 yang sebesar USD15,31 miliar.

Sedangkan ekspor pada Februari 2019 tercatat mencapai USD12,53 miliar. Realisasi ini mengalami penurunan 10,03% dari bulan Januari 2019 yang sebesar USD13,93 miliar.

"Memang meski ini surplus karena impornya turun tajam dan ekspornya turun, tapi ini tentu berita baik untuk mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di kuartal I 2019 nanti," jelasnya.

bps

Secara rinci, pria yang akrab disapa Kecuk ini menjelaskan, pada Februari 2019 sektor nonmigas yang masih mengalami surplus, sebaliknya migas mengalami defisit.

"Nonmigas tercatat surplus sebesar USD793,6 juta," kata dia.

Sedangkan pada nonmigas tercatat defisit USD464,1 juta. Terdiri dari minyak mentah yang mengalami defisit USD155 juta dan hasil minyak defisit USD978 juta, namun pada gas tercatat surplus USD669 juta.

"Jadi kita masih banyak pekerjaan rumah yang perlu kita pikirkan bagaimana kita harus pacu ekspor dengan buat diversifikasi pasar dan produk yang kompetitif, dan di satu sisi kita juga tetap perlu kendalikan impor," jelasnya.

(kmj)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini