nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemprov DKI-MRT Jakarta Siapkan Kantong Parkir

Koran SINDO, Jurnalis · Sabtu 16 Maret 2019 15:46 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 16 320 2030870 pemprov-dki-mrt-jakarta-siapkan-kantong-parkir-syXe7wOAna.jpg foto: Okezone

JAKARTA – Mass rapid transit(MRT) resmi beroperasi pada akhir Maret ini. Sayangnya, keberadaan park and ride atau kantong parkir bagi kendaraan milik pengguna MRT masih dalam pembahasan dan belum ada kepastian.

Peraturan Gubernur (Pergub) No 44/2017 tentang Transit Oriented Development (TOD) jarak kantong parkir dari stasiun atau transit ke moda transportasi lainnya adalah sekitar 350-750 meter.

Kepala Divisi Sekretariat Per usahaan PT MRT Jakarta Mu hammad Kamaluddin mengatakan, saat ini pihaknya masih membahas terkait lahan par kir MRT bersama Pemprov DKI Jakarta dan DPRD DKI Jakarta. Termasuk pemangku kepentingan dan pemilik lahan.

Menurut dia, ada beberapa pertimbangan dari pembahasan tersebut sehingga ada jalan ke luar dan apa kompensasi yang didapatkan pemilik lahan.

“Untuk saat ini, yang baru konfirmasi di Stasiun Fatmawati di Jalan Kaimun Jaya, Jakarta Selatan. Untuk yang di Stasiun Lebak Bulus belum konfirmasi,” kata Kamaludin kemarin.

Kamaludin menjelaskan, lokasi kantong parkir idealnya berada di kawasan Jakarta Sela tan. Tujuannya un tuk memba tasi ken daraan pribadi masuk ke tengah kota.

Pihak PT MRT Jakarta memfokuskan pengadaan lapangan parkir di wila yah Lebak Bulus dan Fatmawati sebagai dua stasiun terjauh dari jalur fase I Lebak Bulus-Bundaran HI. Jadi, lanjut Kamaludin, kendaraan dari wilayah Jakarta Selatan yang akan masuk ke tengah kota sudah langsung disekat.

Namun, pihaknya belum dapat memastikan berapa luas lahan yang akan digunakan se ba gai tempat kantong parkir tersebut. Sebab, hingga saat ini masih dalam proses perjanjian dengan pi hak terkait. Ke depannya, areal parkir MRT tersebut akan di kelola oleh PT MRT Jakarta sehingga para pengguna MRT akan menggunakan kartu untuk menggunakan lahan parkir tersebut.

“Pembayaran parkir nontunai untuk tarifnya masih dibahas,” ungkapnya.

Pengamat Perkotaan Universitas Trisakti Nirwono Joga me nuturkan, seharusnya PT MRT membangun fasilitas park and ride di seluruh stasiunnya.

Menurut dia, rencana MRT yang hanya membangun park and ride di Stasiun Lebak Bulus dan Fatmawati tidak cukup memaksimalkan penggunaan trans portasi massal berbasis rel tersebut. Adapun tujuan dibangunnya park and ride agar masyarakat mau memarkirkan kendaraan pribadinya kemudian beralih ke moda transportasi massal ter sebut.

Apabila tidak bisa menyediakan itu, MRT berpotensi ditinggalkan. “Seluruh stasiun MRT sangat membutuhkan park and ride, mulai Lebak Bulus sampai Bun daran Hotel Indonesia (HI). Jika tidak bisa mendapatkan lahan di banyak stasiun, sebaiknya kerja sama dengan pemilik gedung atau pusat belanja di sekitar stasiun,” ungkapnya.

PT MRT Jakarta, lanjut Nirwono, dinilai keliru jika menyatakan park and ride tidak di butuhkan di stasiun pusat kota. Ter lebih stasiun-stasiun dinilai nya belum terintegrasi dengan Jak Lingko dan Transjakarta.

“Di titik pusat kota seperti Blok M dan Dukuh Atas juga perlu park and ride untuk mengurangi kendaraan pribadi dari dalam kota,” pungkasnya.

Seperti diketahui, total ada 13 stasiun MRT yang terbentang dari wilayah Jakarta Selatan sampai Jakarta Pusat.

Seluruh stasiun tersebut, yakni Stasiun Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Pasar Blok A, Blok M, Sisi nga mangaraja, Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, dan Bundaran HI.

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike menyayangkan belum adanya lahan park and ride di stasiun MRT yang kini memasuki masa uji coba dan akan beroperasi secara resmi pada akhir Maret ini.

Dia menilai hal itu akibat tidak adanya perencanaan yang matang. “Harusnya dari awal pembangunan MRT, park and ride sudah disiapkan. Itu kan salah satu penunjang transportasi massal,” tegasnya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini