nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

India Diminta Investasi Medical Tourism, Orang RI Tak Perlu Berobat ke Luar Negeri

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 19 Maret 2019 20:49 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 19 320 2032339 india-diminta-investasi-medical-tourism-orang-ri-tak-perlu-berobat-ke-luar-negeri-rCalHOPChs.jpg Foto: Reuters

JAKARTA - Pemerintah mengajak investor India untuk berinvestasi di Indonesia. Salah satu yang sedang diminta oleh Indonesia adalah pembangunan medical tourism di Sabang.

Deputi III Bidang Koordinasi Infrastruktur Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Ridwan Jamaluddin mengatakan, salah satu yang menjadi latar belakang dari permintaan ini adalah karena India memiliki tenaga medis yang handal dan canggih. Ditambah lagi, India sendiri memang berniat untuk investasi di Sabang dan Aceh.

"Dari sisi kita yang sedang diupayakan adalah pembangunan medical tourism. Nah India ini sangat bagus dalam pelayanan medis," ujarnya saat ditemui di Hotel Westin, Jakarta, Selasa (19/3/2019).

 Baca Juga: RI Geber Ekspor Minyak Sawit dan Batu Bara ke India

Menurut Ridwan dengan pembangunan rumah sakit yang bagus ini bisa menghemat devisa Indonesia. Sebab, orang-orang Indonesia tidak perlu lagi berobat ke luar negeri.

"Kita berusaha kalau di Sabang bisa disediakan fasilitas kesehatan yang bagus, kalau berobat tidak perlu lagi ke luar negeri tapi di Sabang saja," katanya.

Nantinya, rumah sakit, rumah sakit tersebut akan diinisasi oleh perusahaan asal India, sehingga diharapkan bisa memberikan pelayanan yang terbaik di bidang medis.

"Kita tahu banyak rumah sakit yang diinisiasi oleh perusahaan-perusahaan India. Jadi kita mengarah ke sana," ucapnya.

 Baca Juga: India Tertarik Bangun Pelabuhan di Aceh, Berapa Investasinya?

Ridwan menambahkan, untuk tenaga dokternya nanti juga bisa mengambil dari asing. Tentunya dokter asal dalam negeri juga akan dilibatkan dengan harapan ada tranfer ilmu.

"Intinya menurut saya, dari pada pasien kita berobat ke luar negeri lebih baik tahan di Sabang sehingga devisa tidak keluar," katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini