BI: Standarisasi QR Code Masuk Uji Tahap Dua

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 21 Maret 2019 18:31 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 21 20 2033223 bi-standarisasi-qr-code-masuk-uji-tahap-dua-y8w8702juO.jpg Pembayaran dengan QR Coder (Foto: Reuters)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyebut proses pembentukan standarisasi QR code payment di Indonesia semakin maju. Di mana uji coba tahap pertama sudah rampung dan menunjukkan hasil yang baik.

Standardisasi QR Code ini dibuat dengan model Merchant Presented Mode (MPM) ke dalam QR Indonesia Standard (QRIS). Sistem Qr Code ini juga sudah terhubung dengan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN).

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, dalam uji coba tahap pertama jumlah bank yang diikut sertakan mencapai 19 bank dan 68 merchant.

"Piloting satu sudah berhasil. Ini akan kita perluas, sehingga tidak hanya memperluas merchant-nya tapi juga kepada masyarakat uji ini selama dua bulan ke depan, supaya ini bisa lebih luas," kata dia di Kantor Pusat BI, Jakarta, Kamis (21/3/2019).

Baca Juga: BI: Tekanan Kenaikan Harga Diprediksi Meningkat

Perry menjelaskan, tujuan pembentukan standar itu untuk memperluas interkoneksi dalam rangka mendukung ekosistem ekonomi keuangan digital. Sehingga sistem pembayaran melalui QR Code tersebut bisa dilakukan merata di seluruh wilayah Indonesia, termasuk juga penjaminan terhadap keamanan sistemnya bagi seluruh penggunanya.

"Itu akan memperlancar proses transaksi. QRIS itu milik BI dan jadi kewenangannya di BI tapi membangunnya bersama industri," kata dia.

Deputi Gubernur BI Sugeng menambahkan, pembentukan QRIS mengacu pada tiga prinsip. Ketiganya yakni prinsip pengembangan keuangan digital, prinsip kesesuaian dengan standar internasional yakni Europay Mastercard Visa (EMV), hingga mengutamakan prinsip perlindungan konsumen.

Oleh sebab itu, dia menegaskan, pembentukan standar tersebut perlu waktu yang panjang supaya ketahanan sistem bisa terjaga dengan baik. Mulai dari proses transaksinya yang bisa menciptakan keefisienan hingga jaminan transaksi bisa berjalan lancar dan stabil.

Baca Juga: 6 Jurus BI dan Pemerintah Kejar Devisa USD17,6 Miliar Tahun Ini

Saat ini, piloting project tahap kedua pun dilakukan dengan memperluas wilayah dan merchant. Hal ini untuk memastikan kendala yang kemungkinan dapat terjadi.

"Seperti kalau ada sinyal lemah dampaknya bagaimana, resolusinya bagaimana, kemudian kalau misalkan ada kegagalan pendebitan. Jadi ini kita memastikan semuanya, sehingga perlu disusun dengan memperhatikan ekonomi digital," jelasnya.

Adapun saat ini, setidaknya sudah terdapat beberapa Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) yang menjalankan transaksi pembayaran QR Code, misalnya OVO, Go-Pay, BCA, juga LinkAja, QR Code bentukan sinergi Bank Himbara dengan Telkomsel.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini