nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Minyak Naik Akibat Pengetatan Pasokan

Kamis 21 Maret 2019 08:26 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 21 320 2032916 harga-minyak-naik-akibat-pengetatan-pasokan-EWvVnIz2rS.jpg Kilang Minyak (Reuters)

JAKARTA - Harga minyak mentah AS naik pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB) ke level tertinggi empat bulan di atas USD60 per barel setelah data pemerintah AS menunjukkan pengetatan pasokan minyak domestik, tetapi kenaikan dibatasi oleh kekhawatiran atas pertumbuhan ekonomi global karena perang perdagangan AS-Cina yang sedang berlangsung.

Kontrak berjangka minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April yang berakhir Rabu (20/3), naik USD0,8 atau 1,36%, menjadi ditutup pada USD59,83 per barel di New York Mercantile Exchange. WTI mencapai tertinggi sesi di USD60,12 per barel, tertinggi sejak 12 November tahun lalu.

Kontrak acuan minyak mentah WTI yang lebih aktif untuk pengiriman Mei, naik USD0,94 atau 1,6%, menjadi menetap di USD60,23 per barel, dilansir dari Antaranews, Kamis (21/3/2019).

Baca Juga: Naik Turun Harga Minyak di Tengah Kenaikan Stok AS

Sementara itu, patokan internasional, minyak mentah Brent untuk pengirimam Mei naik USD0,89 atau 1,32%, menjadi menetap di USD68,50 per barel di London ICE Futures Exchange.

Harga minyak naik setelah Badan Informasi Energi AS (EIA) mencatat penurunan besar dan tak terduga dalam persediaan minyak mentahnya karena permintaan ekspor dan penyulingan yang kuat.

Dalam pekan yang berakhir 15 Maret, persediaan minyak mentah komersial AS turun 9,6 juta barel dari minggu sebelumnya,dibandingkan dengan ekspektasi analis untuk kenaikan 309.000 barel, EIA mengatakan Rabu (20/3) dalam laporan mingguannya.

Kilang Minyak

Penarikan persediaan tersebut merupakan yang terbesar sejak Juli 2018 dan membawa stok ke level terendah sejak Januari. Persediaan bensin dan sulingan atau destilat turun lebih besar dari yang diperkirakan. Stok bensin turun 4,6 juta barel, sementara persediaan sulingan turun 4,1 juta barel.

"Laporan itu bullish karena penarikan persediaan minyak mentah yang besar, itu merupakan fungsi dari tingkat impor yang rendah dan volume ekspor yang tinggi," kata John Kilduff, mitra di Again Capital LLC di New York. "Persediaan yang secara keseluruhan menurun dalam minyak mentah dan produk-produk olahan menyoroti pengetatan pasar."

Harga minyak mentah telah naik hampir sepertiga tahun ini, didorong oleh pengurangan pasokan di antara Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya termasuk Rusia, serta sanksi-sanksi AS terhadap eksportir minyak Iran dan Venezuela.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini