JAKARTA - Tak lama lagi, Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta dioperasikan. Kereta bawah tanah pertama yang ada di Ibu Kota Jakarta dijadwalkan diresmikan Presiden Jokowi, Minggu 24 Maret 2019.
Setelah Jakarta, pemerintah mempertimbangkan Mass Rapid Transit dibangun di sejumlah kota lain di Indonesia. Berikut beberapa fakta yang dirangkum Okezone, mengenai pembangunan MRT di luar Jakarta, Sabtu (23/3/2019):
1. Palembang hingga Bandung Jadi Kota Keberadaan MRT Selanjutnya
Kehadiran moda transportasi massal itu diharapkan membangun budaya baru masyarakat dalam menggunakan transportasi umum. Diantara kota-kota yang disiapkan mengembangkan MRT adalah Bandung, Palembang, Makassar, Surabaya, dan Medan. Sejauh ini lima kota tersebut masih melakukan studi kelayakan atau feasibility study (FS).
Baca Juga: Jajal MRT, Presiden Jokowi Terima Komplain dari Penyandang Disabilitas
“Ini kan FS dulu. Kalau untuk Jakarta, sangat mendesak, tapi kota-kota lain seperti Palembang, Sumut (Medan), Bandung, Surabaya, dan Makassar, saya kira juga harus disiapkan, jangan terlambat seperti kita yang di Jakarta,” ucap Presiden Joko Widodo (Jokowi) di selasela uji coba MRT di Jakarta kemarin.
2. Kajian MRT di Luar Jakarta Harus Matang
Rencana pengembangan transportasi massal berbasis rel di sejumlah kota tersebut cukup ambisius, namun tetap harus menyesuaikan dengan kebutuhan. Jangan sampai sarana prasarana yang dibangun dengan investasi mahal kurang optimal dalam pemanfaatannya.

Selain itu, konsep integrasi juga harus benar-benar dijadikan patokan agar antar satu moda dengan moda transportasi lainnya bisa saling melengkapi dan tidak berkompetisi. Contohnya pemanfaatan moda LRT di Palembang yang sampai saat ini dilaporkan masih sepi penumpang.
3. MRT di Luar Jakarta Kurang Efisien
Pengamat transportasi dari Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang, Djoko Setijowarno mengatakan, rencana pemerintah yang akan menambah transportasi MRT di sejumlah kota selain Jakarta dinilai tidak akan efisien.
Baca Juga: Presiden Jokowi Pastikan MRT Jakarta Sudah Siap Beroperasi
Menurut dia, pemerintah sebaiknya memanfaatkan pembangunan transportasi yang paling cepat dikerjakan dan murah. “Misalnya membuat transportasi umum berbasis jalan raya. Contoh paling bisa dengan membuat sistem Bus Rapid Transit atau BRT. Ini mirip-mirip dengan Transjakarta,” ujar dia kepada KORAN SINDO.

Dia menilai, pemerintah jangan melompat terlalu jauh dengan membangun transportasi berbasis MRT di luar Kota Jakarta. Djoko berkaca pada proyek LRT di Sumatera Selatan yang hitung-hitungannya jauh dari perkiraan.
“Ya, takutnya kalau dibangun dengan biaya mahal, nanti tidak laku di masyarakat. Jadi pertimbangannya banyak, termasuk ada jaminan subsidi dari pemerintah daerah setempat. Kalau LRT Sumsel, kan penumpangnya jauh dari perkiraan atau di bawah 50%,” ungkapnya.