Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Aliran Dana Asing Capai Rp74 Triliun

Koran SINDO , Jurnalis-Sabtu, 23 Maret 2019 |11:25 WIB
Aliran Dana Asing Capai Rp74 Triliun
Bank Indonesia. Foto: Okezone
A
A
A

JAKARTA – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan, arus dana asing yang masuk ke dalam negeri hingga pertengahan Maret 2019 telah mencapai sekitar Rp74 triliun. Mayoritas kucuran dana asing tersebut masuk lewat pasar saham dan surat berharga negara (SBN).

”Inflow sampai dengan 22 Maret sebesar Rp74 triliun, ini sudah lebih besar. Hal ini menunjukkan confidence Indonesia cukup bagus, terbukti dari aliran investasi terus datang ke Indonesia,” ujar Perry Warjiyo di Jakarta

Berdasarkan catatan bank sentral, jumlah dana Rp74 triliun itu terbagi atas surat berharga negara sebesar Rp62,5 triliun. Sementara untuk pasar modal dalam negeri mencapai Rp11,9 triliun. ”Masuknya investasi portofolio ke Indonesia sebagai faktor ekonomi kita kuat,” katanya.

Menurut Perry, hampir semua aset kebanjiran dana asing. Hal ini disebut karena kepercayaan investor terhadap Indonesia makin kuat dipengaruhi oleh prospek ekonomi Indonesia yang akan lebih baik pada 2019.

Baca Juga: BI: Standarisasi QR Code Masuk Uji Tahap Dua

”Ini terbukti dari terus masuknya aliran modal asing masuk, baik usaha maupun di dalam obligasi pemerintah,” jelasnya. Pada kesempatan yang sama, diterangkan olehnya Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) akan surplus pada kuartal I/2019. Sementara pertumbuhan ekonomi akan berada di 5,2%.

Hal tersebut didukung oleh konsumsi rumah tangga dan pemerintah. Dihubungi terpisah, ekonom BNI Ryan Kiryanto memandang, aliran modal asing sebesar Rp74 triliun menunjukkan sebuah gambaran menggembirakan karena pasar keuangan di Indonesia terbilang likuid dan aktif.

”Masuknya dana asing sebagai indikasi mereka nyaman dengan produk investasi yang diterbitkan oleh pemerintah RI dengan yield yang cukup tinggi (sekitar 8%),” kata Ryan saat dihubungi semalam. Dia menyebut, prospek investasi di Indonesia juga atraktif lantaran sovereign risk RI termasuk investment grade.

”Yang pasti, capital inflows bisa memperbaiki defisit transaksi berjalan (current account deficit / CAD) agar tidak semakin melebar. Hasil akhirnya adalah rupiah menguat dan IHSG melonjak,” paparnya.

perry

Dukung Akselerasi Perekonomian Kepri

Di sisi lain, BI mendukung akselerasi perekonomian Kepulauan Riau (Kepri) melalui penguatan potensi sektor unggulan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). BI memandang terdapat tiga potensi prioritas yang dapat dikembangkan di Provinsi Kepri.

Pertama, pengembangan industri pariwisata di Provinsi Kepri yang saat ini masuk sebagai tiga besar pintu masuk wisatawan mancanegara ke Indonesia.

”Langkah yang dapat dilakukan, antara lain dengan mendorong pe-ningkatan length of stay dan pengeluaran wisatawan mancanegara,” ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia Rosmaya Hadi dalam serah terima jabatan (sertijab) Kepala Perwakilan BI Provinsi Kepri di Batam kemarin.

Kedua, memaksimalkan potensi maritim Provinsi Kepri mencakup industri perkapalan, pelayaran, perikanan, dan pariwisata Bahari. Ketiga, penguatan sumber daya manusia yang mendukung pengembangan sektor unggulan.

Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, Bank Indonesia senantiasa melakukan langkah-langkah penguatan peran Kantor Perwakilan Bank Indonesia. Rosmaya memaparkan, pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri pada 2018 sebesar 4,56% (yoy), menguat dibandingkan tahun 2017 yang tumbuh sebesar 2,00% (yoy).

Peningkatan kinerja ekonomi Provinsi Kepri terutama ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh menguat serta meningkatnya kinerja ekspor migas Provinsi Kepri.

”Sementara itu, secara sektoral pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri ditopang oleh kinerja lapangan usaha industri pengolahan, lapangan usaha perdagangan, dan lapangan usaha pertambangan penggalian,” ungkapnya.

(Kunthi Fahmar Sandy)

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement