Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mau Ngutang Tapi Hasilkan Uang? Begini Caranya

Mau Ngutang Tapi Hasilkan Uang? Begini Caranya
Ilustrasi: Shutterstock
A
A
A

Menyulap KTA Menjadi Utang Produktif

Di Indonesia utang konsumtif ditawarkan dalam banyak jenis, seperti tanpa agunan (KTA). Namun tidak selamanya pendanaan ini akan menghabiskan uangmu semata.

Sekarang muncul pertanyaan baru, “Lalu bagaimana cara menggunakan utang pinjaman lebih menghasilkan secara materi?.” Berikut ini tips menyulap pinjaman tersebut menjadi utang produktif:

Jadikan ilmu dan bisnis menguntungkan

Utang yang kamu miliki harus ada manfaat finansialnya. Semisal, ketika menggunakan KTA untuk mengambil kursus makeup.

Katakanlah kursus tersebut membutuhkan dana sebesar Rp 50 juta. Berbekal ilmu yang diemban, kamu bisa langsung menjadi seorang makeup artist sekaligus membuka kelas private makeup.

Dari usaha yang dijalankan nanti, keuntungannya bukan hanya bisa kamu nikmati sendiri. Tapi juga cukup jika digunakan untuk melunasi utang pinjaman, membeli alat-alat kebutuhan makeup, dan menabung sisanya.

rupiah

Salurkan untuk aset

Lalu, salurkan utang tersebut menjadi suatu aset berharga yang menghasilkan uang. Dengan KTA, kamu juga bisa menggunakannya untuk membeli aset seperti apartemen atau mobil.

Kesannya memang konsumtif, tapi kedua benda ini sangat produktif. Apartemen ini nantinya bukan untuk ditempati, begitu pun mobil yang tak hanya digunakan secara pribadi. Melainkan disewakan dengan biaya lebih tinggi dari cicilan pinjamanmu per bulannya. Untung, bukan?

Disiplin dalam mencicil

Ini bukan sekadar aturan dalam berhutang saja. Menjadikan KTA sebagai utang produktif pun, harus dituntut untuk disiplin membayar cicilan.

Jika sesekali lalai, hasil usaha dan aset terpaksa menjadi ‘korban’. Kamu akan menggunakannya untuk membayar tunggakan yang berjumlah lebih besar.

Dengan selalu membayar cicilan tepat waktu, percayalah utang tidak akan selamanya membebanimu. Utang akan selalu menjadi momok bagi mereka yang kurang paham cara mengelola dan disiplin dengan hal ini.

Sekalipun memiliki utang konsumtif, kamu bisa mengubahnya menjadi utang produktif. Contoh sederhananya, jika terpaksa harus berbelanja untuk kebutuhan usaha menggunakan kartu kredit. Dengan cicilan ringan dan diskon menarik, kamu tetap menjadikannya sebagai utang produktif. Terlebih jika diimbangi dengan pelunasan full sebelum jatuh tempo.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement