nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pernah Ditolak Perusahaan Impian? Simak Tips Menyiapkan CV untuk Kesempatan Kedua

Minggu 24 Maret 2019 21:11 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 24 320 2034307 pernah-ditolak-perusahaan-impian-simak-tips-menyiapkan-cv-untuk-kesempatan-kedua-eshZ3V9QXM.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Bekerja di perusahaan ternama dengan gaji yang tinggi tentunya adalah impian setiap orang. Maka tak heran jika banyak jobseekers berjuang mati-matian untuk dapat bisa di perusahaan impian mereka.

Tetapi, tidak semua orang beruntung dan mendapat pekerjaan pada kesempatan pertama. Jika Anda termasuk orang yang gigih memperjuangkan cita-cita, maka mimpi kita bisa saja terwujud setelah percobaan kedua.

Berikut ini adalah tips untuk Anda yang ingin melamar di perusahaan idaman, walaupun pernah ditolak pada kesempatan pertama, dikutip dari qerja.com, Minggu (24/3/2019).

Meninjau Ulang Tujuan Karier

Setelah ditolak satu perusahaan, Anda perlu memikirkan lagi tujuan karier sebelum mengirim lamaran kedua ke kantor yang sama. Tanyakan pada diri sendiri tentang alasan Anda berkukuh pada satu perusahaan.

Baca Juga: Trik Mencapai Karier Maksimal

Jika Anda memang sangat ingin bekerja di perusahaan tersebut, coba pikirkan kemungkinan untuk melamar pada posisi lain. Pilihlah pekerjaan yang lebih cocok dengan keahlian dan aspirasi karier Anda. Kalau Anda tidak terlalu ngotot, cobalah melamar ke perusahaan yang lain. Siapa tahu Anda mendapat pekerjaan di perusahaan yang lebih baik.

Introspeksi

Pada titik ini, Anda sudah melalui tahap refleksi diri dan siap untuk melamar lagi di perusahaan yang pernah menolak sebelumnya. Tapi, Anda harus jujur pada diri sendiri dan mengevaluasi kegagalan pada proses perekrutan yang lalu. Jika Anda sudah tidak lolos sejak tahap prasyarat administrasi, misalnya IPK di bawah ketentuan, maka sebaiknya urungkan niat untuk melamar lagi.

Baca Juga: 7 Pekerjaan Menyenangkan yang Gajinya Ratusan Juta

Tapi, bila Anda gagal di tahap seleksi lanjutan dan interview, kemungkinan kompetensi dan pengalaman yang dimiliki memang dianggap cukup di mata pewawancara. Buat daftar kekurangan Anda dan cari cara untuk memperbaikinya.

Memperhitungkan Waktu Lamaran Kedua

Menurut saran dari berbagai konselor karir, sebaiknya Anda menunggu waktu minimal antara empat sampai enam bulan sebelum mengirimkan lamaran kedua. Dalam jangka waktu tersebut, perusahaan bisa saja mengalami perubahan internal. Mungkin saja kandidat yang terpilih sudah melewati masa probation dan tidak sesuai dengan keinginan user. Bisa jadi, perusahaan membutuhkan tenaga tambahan untuk posisi yang sama.

Selama jeda waktu tersebut, Anda bisa mengikuti berbagai pelatihan atau kelas khusus untuk meningkatkan keahlian. Anda juga bisa bekerja di perusahaan lain dulu untuk mengembangkan diri. Setelah Anda yakin bisa lolos tahap seleksi, Anda bisa melamar sekali lagi saat perusahaan idaman membuka lowongan.

Berjejaring dengan Karyawan Perusahaan

Mungkin salah satu kesalahan Anda pada proses perekrutan pertama adalah kurang riset. Anda belum memahami tugas dan tanggung jawab yang akan dipikul.

Jika ingin mencoba peruntungan lagi, Anda perlu bergerak lebih taktis dengan mencoba menjalin koneksi dengan karyawan perusahaan yang bekerja pada posisi yang diinginkan. Anda bisa mempelajari latar belakang pendidikannya, caranya menembus seleksi kerja, memahami pekerjaanya, hingga tren perusahaan. Dengan berbekal informasi tersebut, Anda bisa lebih percaya diri dalam menjawab berbagai pertanyaan pewawancara kelak.

Memperbaiki Berkas Lamaran

Setelah mengevaluasi diri, mengembangkan keterampilan, mendapatkan sertifikat baru, kini Anda punya banyak hal yang bisa ditulis dan dibanggakan di dalam resume. Perbaiki berkas lamaran Anda, mulai dari isi hingga desainnya. Lalu Anda siap mengirimkan “wajah baru” ke meja manajer perekrutan yang pernah menolak sebelumnya. Kalau perlu, Anda bisa menambahkan surat pengantar yang bercerita tentang usaha melamar sebelumnya dan perkembangan keahlian.

Jangan abaikan kemungkinan perusahaan menggunakan applicant tracking system dalam proses perekrutannya. Jika perusahaan memakai sistem tersebut, maka Anda harus membuat resume dengan kata kunci yang mudah terlacak di antara ratusan atau bahkan ribuan pelamar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini