MRT Jadi Tempat Piknik, Indonesia Butuh Transformasi SDM

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 26 Maret 2019 14:35 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 26 320 2035141 mrt-jadi-tempat-piknik-indonesia-butuh-transformasi-sdm-i4w9XSdLv8.jpg Proyek MRT Jakarta (Foto: Okezone)

JAKARTA - Indonesia telah resmi memiliki moda transportasi MRT (Mass Rapid Transit/ Moda Raya Terpadu). Sayangnya, kehadiran transportasi modern ini disambut dengan euforia yang salah oleh sebagian masyarakat.

Di mana terdapat masyarakat yang bergelantungan pada hand grip dalam kereta, berdiri di atas kursi, buang sampah sembarangan, hingga makan nasi bungkus layaknya piknik di dalam stasiun MRT.

Staf Ahli Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN) bidang Sinergi Ekonomi dan Pembiayaan Amalia Adininggar Widyasanti menilai, perilaku penggunaan MRT itu merupakan bagian dari perlunya Indonesia transformasi sumber daya manusia (SDM).

Baca Juga: Fakta Menarik Tarif MRT Rp8.500, Nomor 6 Bisa Batal

Dia menjelaskan, salah satu kunci sebuah negara bisa naik kelas dari negara berkembang ke negara maju adalah reformasi struktural. Reformasi ini mencakup banyak hal, mulai dari sisi ekonomi termasuk industrialisasi, hingga transformasi sumber daya manusia (SDM).

"Contoh yang kemarin lagi viral, kita punya MRT canggih tapi kalau kultur belom seiring, MRT itu jadi area piknik, gantung-gantungan. Maka ini harus berubah dari low skill menjadi high skill, dari easy going culture menjadi hard working culture. Jadinya era digital bukan tantangan atau disrupsi tapi peluang," jelasnya dalam acara Diskusi 100 Ekonom Perempuan Memandang Indonesia ke Depan di Hotel Century Park, Jakarta, Senin (26/3/2019).

Dia menekankan, reformasi struktural merupakan hal penting untuk bisa mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pasalnya, saat ini dunia telah memasuki era industri 4.0 atau era industri digital.

mrt

Di mana terdapat banyak negara yang telah melakukan reformasi struktural berhasil naik kelas lebih cepat, ketimbang negara yang tidak melakukannya. Pasalnya, dengan reformasi struktural seluruh komponen pendukung akan siap menghadapi kemajuan yang ada.

Sehingga tak seperti saat ini, di mana masyarakat dapat dikatakan kaget ketika memiliki MRT yang merupakan transportasi modern dengan didukung pelayanan maksimal, baik dari sisi kebersihan maupun kenyamanan.

"Belajar dari negara lain, kita tahu Korea Selatan bisa industrialisasi dan reformasi struktural. Kurang dari 20 tahun dia bisa pindah dari low income jadi high income. Sementara Chili, negara dengan pertumbuhan tinggi tapi dia butuh waktu lebih 50 tahun dari low income menjadi high income economy, artinya reformasi struktural itu penting," jelasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini